Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Kamis, 14 Rabiul Awwal 1440 / 22 November 2018

Begini Gaya Penyair Tolak Korupsi

Ahad 26 Okt 2014 10:07 WIB

Red: Erdy Nasrul

 Penyair Iman Soleh dan pelukis Bang Zoell pada 'Gelar Lungsuran Daur Harmoni Sampah Eksperimentasi Alat Musik Dodong Kodir’ di Taman Budaya Jabar, Bandung, Sabtu (9/11) malam.  (Republika/Edi Yusuf)

Penyair Iman Soleh dan pelukis Bang Zoell pada 'Gelar Lungsuran Daur Harmoni Sampah Eksperimentasi Alat Musik Dodong Kodir’ di Taman Budaya Jabar, Bandung, Sabtu (9/11) malam. (Republika/Edi Yusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah aktivis dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi dan Gerakan Pemuda Ansor di Provinsi Lampung mengapresiasi "roadshow" Penyair Laskar Puisi Menolak Korupsi di Bandarlampung.

"Penolakan terhadap perilaku dan praktik korupsi dengan berbagai cara patut kita apresiasi, seperti yang dilakukan para penyair dalam agendanya tersebut," ujar Ketua Eksekutif Wilayah LMND Lampung Aris Setiyanto, di Bandarlampung, Ahad.

Selain mengajarkan generasi muda ancaman korupsi bagi bangsa dan masyarakat, kata Aris lagi, pembacaan puisi menolak korupsi di Mal Kartini Bandarlampung pada 28 Oktober 2014 mendatang, juga mengabarkan kepada semua pihak bahwa korupsi menjadi salah satu kejahatan kemanusian yang harus diperangi bersama-sama.

Lewat pementasan puisi-puisi bertema antikorupsi yang digagas para penyair itu, ia mengharapkan dapat memberikan pendidikan nyata kepada masyarakat tentang antikorupsi dan memberikan ruang kepada generasi muda untuk peduli serta aktif dalam pemberantasan korupsi demi kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kata korupsi bukan lagi suatu hal yang aneh di masyarakat, hal ini dikarenakan banyak kasus korupsi yang telah menjerat para pejabat dan pengusaha yang tak kunjung ada habisnya, namun sebagian di antaranya belum penyelesaiannya," katanya pula.

Ia menegaskan bahwa korupsi bukan hanya menggerogoti keuangan negara, namun menjadi kejahatan luar biasa, karena korupsi selalu berimbas kepada kehilangan dana yang dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bumiagung Kabupaten Waykanan Heri Amanudin menilai, kegiatan itu sangat positif.

"Tapi disayangkan kenapa digelar di pusat perbelanjaan yang hanya orang-orang tertentu saja dapat menyaksikan perhelatan tersebut. Sebaiknya, kegiatan tersebut juga harus ada tindaklanjutnya agar slogan pemuda antikorupsi benar-benar membumi sebagai gerakan preventif antikorupsi di tengah masyarakat," ujar Heri lagi.

Terpisah, Nujir, mewakili panitia Sammy Atmadinata dari Mal Kartini, mengatakan sebelum roadshow puisi antikorupsi itu akan diadakan lomba baca puisi menolak korupsi yang diikuti pelajar SMA sederajat dan mahasiswa se-Lampung.

"Peserta yang sudah terdaftar sekitar 40 peserta, dan terus bertambah, mengingat pendaftaran baru ditutup pada Minggu ini," kata Nujir.

Menurut Nujir, dewan juri lomba itu adalah para penyair dan pembaca puisi ternama, yaitu Sosiawan Leak, Isbedy Stiawan ZS, dan Syaiful Irba Tanpaka.

Para pemenang pertama hingga ketiga baca puisi antikorupsi ini mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp1,25 juta, Rp1 juta, dan Rp750 ribu, serta kesempatan membaca puisi bersama penyair Indonesia dalam sesi roadshow, 28 Oktober 2014.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES