Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Panglima TNI Mencari Prajurit Inovatif

Rabu 03 Sep 2014 18:00 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Panglima TNI Jenderal Moeldoko memimpin sertijab KSAD.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko memimpin sertijab KSAD.

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mabes TNI bekerja sama dengan CIS School of Innovation dan Yayasan Planet Inovasi sedang mencari prajurit inovatif. Nantinya, Panglima TNI Innovation Award diberikan kepada mereka yang dianggap berkontribusi terhadap kemajuan TNI. Untuk itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menerima audiensi Wakil Ketua Dewan Juri Avanti Fontana di Mabes TNI Cilangkap pada Rabu (3/9).

Avianti Fontana mengatakan, penghargaan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi, mengenali, mengakui dan mendiseminasi karya inovasi yang berasal dari lingkungan TNI maupun luar lingkungan TNI. Kategori penerima dibagi menjadi dua, yakni dalam bentuk inovasi tekhnologi dan inovasi sumber daya manusia.

Penghargaan 'Panglima TNI Innovation Award' akan diberikan kepada pemenang pada 7 Oktober 2014 di Surabaya bertepatan dengan HUT ke-69 TNI. "Penghargaan ini memberi apresiasi inovasi kepada individu atau organisasi yang telah menunjukkan keberhasilan dalam kinerja inovasi dari sisi internal, teknis, komersial atau difusi, ekonomi, dan sosial," ujar Avianti.

Dalam penjelasannya, Jenderal Moeldoko menyatakan, ajang ini dihelat bertujuan untuk memberi apresiasi kepada individu atau organisasi militer dan PNS di lingkungan TNI maupun nonmiliter yang menciptakan atau mengembangkan produk yang diperuntukkan bagi keperluan TNI.

Tentu saja ia mengharapkan, ke depannya dapat mendorong tumbuh dan kembangnya ekosistem inovasi di lingkungan TNI dengan memperkuat kerja sektoral antarpelaku inovasi serta memonitor implementasi kebijakan pimpinan TNI tentang inovasi militer.

"Peserta memiliki karya cipta dalam bentuk konsepsi hingga produk teknologi dan atau nonteknologi yang memberikan nilai manfaat secara sosial dan atau ekonomi kepada TNI pada khususnya dan masyarakat pemangku kepentingan lainnya pada umumnya," ujar mantan kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Itu.

Penghargaan tersebut juga sejalan dengan gagasan dan komitmen Moeldoko saat menyampaikan paparannya dalam rapat uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi I DPR pada 21 Agustus 2013. Ketika itu, ia berjanji untuk mengembangkan inovasi dan profesionalisme TNI dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.

"Hal itu antara lain terkait isu-isu profesionalisme,kedisplinan prajurit, kesejahteraan, penegakan hukum dan HAM, melanjutkan program minimum essential forces (MEF) atau kekuatan pokok minimum dan menjaga netralitas TNI. Semua itu bisa diselesaikan melalui berbagai inovasi secara sistematis, terencana dan terukur."

 

Demi mendapakan penerima penghargaan terbaik, dipilihkan tim penilai yang terdiri para ahli di bidang yang relevan dengan ranah inovasi dan berasal dari institusi yang kompeten dalam bidang penilaian sistematika inovasi. Dewan Juri adalah Ninok Leksono, Avanti Fontana, Dadang Solihin, Idzam Fautanu, Indratmo Soekamo, serta Iwan Sudrajat.

"Juga ada Lily Sudhartio, Luky A Yusgiantoro, Mohammad Nasikin, Sandiago Uno, dan perwakilan TNI," demikian penjelasan Kadispenum Puspen TNI Kolonel Bernardus Robert.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES