Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Kementan Janjikan Bantuan Benih Untuk Petani Gagal Panen Akibat Bencana

Kamis 27 Feb 2014 22:33 WIB

Red: Taufik Rachman

Petani warga Kampung Munjul, Ds Mekarmulya, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, mencabut benih unggul

Petani warga Kampung Munjul, Ds Mekarmulya, Kec. Cimarga, Kab. Lebak, mencabut benih unggul "Inpari Sidenuk" hasil rekayasa Kemenristek dan Badan Tenaga Atom Nasional,

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kementerian Pertanian menjamin benih bantuan dari Cadangan Benih Nasional (CBN) untuk para petani yang mengalami gagal panen atau puso akibat bencana, baik erupsi gunung berapi maupun banjir dapat segera disalurkan jika persyaratannya dipenuhi.

"Kalau persyaratannya lengkap dalam tempo sehari benih sudah bisa disalurkan," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan Udoro Kasih Anggoro di Jakarta, Kamis melalui siaran pers yang diterima Antara.

Dia menyatakan, persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan benih dari CBN adalah adanya surat pernyataan puso, daftar calon penerima dan calon lokasi (CPCL), persetujuan dinas kabupaten/kota dan persetujuan dinas pertanian provinsi.

Jika satu di antara persyaratan itu tidak terpenuhi, lanjutnya, sulit bagi Kementan menyalurkan bantuan benih dari CBN.

Menurut Anggoro, Kementan sangat berhati-hati dalam penyaluran bantuan, karena belakangan ini banyak pejabat kementerian tersebut yang waktunya habis untuk menjadi saksi berbagai kasus penyelewangan bantuan di berbagai daerah.

Jika ada daerah yang merasa sudah mengajukan namun belum mendapatkan benih dari CBN, menurut dia, bisa jadi ketika sampai di pusat ada sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi, sehingga surat ajuannya dikembalikan lagi atau suratnya masih diproses di dinas pertanian, baik kabupaten/kota maupun provinsi.

Anggoro mencontohkan, verifikasi dari Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah mengenai sawah yang puso dan perlu mendapat bantuan benih baru diterima Kamis (27/2) pagi.

Pada hari yang sama Dirjen Tanaman Pangan langsung mengirim surat kepada PT Sang Hyang Seri untuk mengirimkan benih padi dan jagung hibrida sesuai dengan CPCL yang diajukan Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Jateng.

Jadi, tambahnya, jika selama ini belum ada penyaluran karena memang verifikasi di tingkat wilayahnya yang belum selesai. "Prinsipnya pemerintah tidak akan mempersulit penyaluran benih, karena pemerintah tidak ingin produksi nasional terganggu hanya disebabkan bantuan benih telat. Namun penyaluran itu juga harus dibantu persyaratan yang lengkap agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," katanya.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB