Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Pesawat Lion Air Putar Balik ke Bandara Soekarno-Hatta

Jumat 14 Feb 2014 11:34 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

  Dua pesawat komersial tertutup abu vulkanik dan tidak bisa dioperasikan di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Jumat (14/2). (Antara/Regina Safri)

Dua pesawat komersial tertutup abu vulkanik dan tidak bisa dioperasikan di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Jumat (14/2). (Antara/Regina Safri)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- General Affair PT Angkasa Pura II, Yudis Setiawan, mengatakan, satu pesawat Lion Air terpaksa kembali ke Bandara Soekarno-Hatta karena tidak bisa mendarat di Bandara Djuanda Surabaya.

"Ada satu pesawat yang sudah terbang tetapi kembali lagi ke Bandara Soekarno-Hatta karena tidak bisa mendarat di Bandara Djuanda dengan kondisi yang tidak memungkinkan," kata Yudi Setiawan dihubungi, Jumat (14/2).

Yudis mengatakan, pesawat Lion Air tersebut berangkat pukul 05.00 WIB. Namun, karena ada informasi mengenai kondisi terbaru di Bandara Djuanda, maka pendaratan dibatalkan. "Pesawat akhirnya kembali lagi ke Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 12 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Djuanda dibatalkan akibat meletusnya Gunung Kelud.

Adapun rincian penerbangan yang dibatalkan yakni enam penerbangan menggunakan pesawat garuda, tiga penerbangan menggunakan Lion Air, satu penerbangan menggunakan Sriwijaya, satu penerbangan menggunakan Air Asia dan satu penerbangan menggunakan Citilink.

Namun demikian, jumlah penerbangan yang akan batal terus bertambah karena pendataan masih terus dilakukan serta berkoordinasi dengan Bandara Djuanda. Adapun waktu pembatalan tersebut, dilakukan hingga beberapa hari kedepan bila kondisi di Bandara Djuanda masih seperti ini. "Mungkin hingga beberapa hari kedepan," ujarnya.

Perlu diketahui, Gunung Kelud pertama meletus pada Kamis (13/2) pukul 22.50 WIB dan abu letusannya menyebar hingga Malang, Surabaya, Banyuwangi, dan Ampenan (NTB). Dirjen Tjandra menyebut BBTKL di Yogyakarta (UPT Ditjen P2PL) sejak Jumat pagi melakukan pengukuran kadar TSP, NoX, O3 dan lain-lain sebagai antisipasi masalah kesehatan.

Jarak pandang di Bandara Adisumarno Solo pukul 07.40 WIB menunjukkan jarak pandang membaik hingga 500 meter tetapi bandara tertutup debu dan saat ini masih terjadi hujan debu. Selain itu Bandara Juanda Surabaya juga ditutup total akibat abu vulkanik di sekitar wilayah bandara sampai ketinggian 46.000 feet sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan "take off" dan "landing" pesawat terbang.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES