Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Sabtu, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Ini Langkah Antisipasi Terhirupnya Abu Vulkanik Gunung Kelud

Jumat 14 Feb 2014 11:26 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

 Suasana Jalan Profesor Yohanes Sagan di Sleman, Yogyakarta, Jumat (14/2), yang dipenuhi debu vulkanis letusan Gunung Kelud.  (Republika/Nur Aini)

Suasana Jalan Profesor Yohanes Sagan di Sleman, Yogyakarta, Jumat (14/2), yang dipenuhi debu vulkanis letusan Gunung Kelud. (Republika/Nur Aini)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat yang terdampak letusan Gunung Kelud diimbau untuk melakukan beberapa langkah antisipasi seperti membatasi diri bepergian keluar dari rumah, selalu menggunakan masker dan menutup ventilasi rumah untuk mencegah masuknya abu vulkanik.

"Saya sudah menghubungi Kepala Dinas Kesehatan di Yogyakarta untuk penyuluhan ke masyarakat tentang pencegahan-pencegahan tersebut, termasuk juga dianjurkan menutup sumur gali untuk mencegah pencemaran air yang akan dikonsumsi penduduk nantinya," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektroniknya di Jakarta, Jumat (14/2).

Gunung Kelud pertama meletus pada Kamis (13/2) pukul 22.50 WIB dan abu letusannya menyebar hingga Malang, Surabaya, Banyuwangi, dan Ampenan (NTB). Dirjen Tjandra menyebut BBTKL DI Yogyakarta (UPT Ditjen P2PL) sejak Jumat pagi melakukan pengukuran kadar TSP, NoX, O3 dan lain-lain sebagai antisipasi masalah kesehatan dan diharapkan dalam beberapa jam hasilnya selesai.

"Pengukuran dilakukan di tempat terbatas, antara lain disekitar kantor, karena jarak pandang di jalan raya hanya sekitar 15 m dan tertutup debu, sehingga petugas kita sulit berkendara," kata Tjandra.

Untuk pencegahan sementara, BBTKL DI Yogyakarta membagikan masker ke penduduk sekitar kantor karena debu cukup pekat.

Pemerintah daerah sekitar juga meliburkan sekolah dan beberapa bandara menutup operasional hingga waktu yang belum ditentukan karena tertutup debu tebal.

Tjandra menyebut laporan yang telah masuk dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang juga merupakan Unit Pelaksana Teknis Ditjen P2PL adalah dari Bandara Adisumarmo Solo yang hari ini ditutup baik keberangkatan maupun kedatangan. Jarak pandang di Bandara Adisumarno pukul 07.40 WIB menunjukkan jarak pandang membaik hingga 500 meter tetapi bandara tertutup debu dan saat ini masih terjadi hujan debu.

"Tim KKP Semarang wilayah kerja Solo membagikan masker kepada masyarakat di bandara dan sekitarnya," kata Tjandra.

Selain itu Bandara Juanda Surabaya juga ditutup total akibat abu vulkanik di sekitar wilayah bandara sampai ketinggian 46.000 feet sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan take off landing pesawat terbang.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES