Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Tuesday, 13 Zulqaidah 1440 / 16 July 2019

Gita Wirjawan Minta Pedagang Teladani Berdagang Rasulullah

Rabu 15 Jan 2014 09:13 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Mansyur Faqih

Gita Wirjawan

Gita Wirjawan

Foto: Antara/Fanny Octavianus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendag Gita Wirjawan mengajak para pedagang Pasar Induk Kramat Jati mengikuti teladan berdagang seperti Nabi Muhammad SAW. Ia juga meminta agar semua pihak untuk selalu mencintai produk lokal dan membeli barang yang dibuat di dalam negeri.

"Sebagai pedagang, Rasul sangat amanah, jujur, profesional namun gigih dan memiliki wirausaha yang tinggi dalam menjalankan kegiatan usahanya," kata Gita, Selasa (14/1) malam.

Menurutnya, cara berdagang Rasulullah dapat diteladani dengan beberapa cara. Misalnya, dengan tertib mutu dalam memenuhi standar yang disyarakatkan. 

Sering kali, kata dia, pedagang itu menjual buah-buahan, mainan, sepeda, hingga ponsel yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen. "Di sini pedagang harus bertanggungjawab untuk menjual buah, barang dan jasa yang dapat sesuai dengan harapan masyarakat luas," paparnya.

Ia juga menyitir surat Al A'raf ayat 85 untuk meminta pedagang melakukan tertib ukur dan timbangan. "Ini penting sekali untuk menyempurnakan takaran dan timbangan. Dalam Islam, hal ini sudah diatur," kata peserta konvensi capres Partai Demokrat tersebut.

Secara etika bisnis, ia meminta para pedagang untuk dapat membangun kepercayaan dan kelanggengan usahanya. Caranya dengan mengikuti aturan yang tidak menipu antarpedagang mau pun konsumen. 

"Tertib usaha ini di antaranya tidak menahan atau menimbun ketika terjadi kelangkaan barang dengan tujuan untuk mencari keuntungan. Ini rekayasa pedagang dengan cara yang tidak terpuji."

Sementara itu, ujarnya, konsumen juga memiliki tanggung jawab sosial untuk mencintai produk dalam negeri. Karenanya, ia pun mengajak konsumen agar mencintai produk lokal dan membeli semua produk dalam negeri. 

Dengan begitu, secara langsung akan mendukung perekonomian produsen lokal. "Dengan konsumsi dan terus memproduksi produk di dalam negeri maka kita bisa menaikkan dan meningkatkan daya saing nasional."

Ia bahkan yakin dalam 20 tahun ke depan, ekonomi Indonesia akan mampu menembus tujuh besar dunia. "Untuk itu mari selalu kita mencintai dan mendukung produk lokal," ujarnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA