Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

Tuesday, 12 Rabiul Awwal 1440 / 20 November 2018

MUI Minta Umat Islam Tak Kenakan Kostum Sinterklas

Kamis 19 Dec 2013 13:57 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: A.Syalaby Ichsan

Sinterklas, ilustrasi

Sinterklas, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam menghormati hari raya Umat Kristiani itu. Meski demikian, MUI meminta warga menghindari penggunaan aksesoris yang berkaitan dengan Natal dan atributnya. 

Ini bertujuan agar umat Islam dapat memahami bahwa Natal bagian dari perayaan umat Kristiani yang dihormati, bukan diikuti. Hal tersebut disampaikan Ketua MUI, Amidhan menanggapi adanya keresahan dari beberapa kalangan Ulama di Jawa Timur dan Aceh. 

Beberapa perusahaan di wilayah tersebut meminta para karyawannya menggunakan baju Sinterklas sebagai cara marketing menarik pembeli. 

"Kita hormati Natal sebagai hari raya suci umat Kristiani tapi bukan berarti kita ikut-ikutan memakai aksesoris Natal dan berbaju Sinterklas," ujar Amidhan kepada RoL, Kamis (19/12). Amidhan menegaskan, sikap Ulama dan MUI ini bukan bermaksud tidak hormat bagi umat Kristiani, tapi ini tugas Ulama memberi pemahaman kepada Umat Islam. 

"Kita pahami sekarang perayaan Natal dan Tahun Baru sudah mengglobal, tapi ingat Natal secara ibadah milik umat Kristiani. Ini berbeda dengan Tahun Baru," ia mengingatkan. 

Ia memandang ada yang salah kaprah orang memandang hari raya agama saat ini. Ketika umat agama lain tidak merayakan tetapi ikut meramaikan dengan berbagai acara dan aksesoris yang digunakan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES