Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Soal Pengupahan, Kadin Inginkan Solusi 'Win-Win'

Ahad 03 Nov 2013 11:01 WIB

Red: Dewi Mardiani

Aksi Buruh (ilustrasi)

Aksi Buruh (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menginginkan terwujudnya jalan keluar atau solusi yang dapat memuaskan semua pihak dalam mengatasi permasalahan pengupahan di berbagai daerah di Tanah Air.

"Kami ingin ada solusi yang 'win-win'(saling menguntungkan-red) , bisa diterima semua pihak, terutama perusahaan dan pekerja," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Ahad (3/11).

Menurut Suryo Bambang Sulisto, semua pihak terkait pengupahan, harus kembali pada peran dan fungsi tripartit. Kalangan pengusaha, ujar dia, tidak menginginkan adanya investor yang melakukan hal-hal yang merugikan misalnya melakukan pemindahan ke negara lain hingga sampai menutup kegiatan usahanya.

Pelaku industri banyak yang merasa cemas dan mengkhawatirkan permintaan kenaikan upah buruh yang dinilai akan menghambat aktivitas perekonomian industri. Stabilitas dalam menjalankan bisnis itu sendiri dinilai oleh banyak pihak merupakan aspek kunci bagi kalangan industri untuk mempertahankan operasional mereka.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia mendukung aksi mogok nasional yang dilakukan buruh. "Sebagai bagian dari gerakan sosial yang memperjuangkan keadilan ekologis dan tata kehidupan yang berkeadilan, Walhi mendukung mogok nasional dan perjuangan kaum buruh," kata Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Abetnego Tarigan, Jumat (1/11).

Menurut Abetnego, aksi mogok nasional kaum buruh adalah untuk memperjuangkan nasib dan keluarganya guna dapat hidup lebih layak dan bukannya mengejar kemewahan dan ketamakan. Namun ironinya, ujar dia, aksi pemogokan kaum buruh dihadapi dengan tindakan represif dan menggunakan kekuatan ormas dengan atas nama kepentingan investasi dan pembangunan.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan, brutalitas terhadap aksi mogok yang dilakukan para buruh merupakan bagian dari mata rantai intimidasi. "Kontras mengecam brutalitas sejumlah kelompok terorganisir yang melakukan kekerasan terhadap massa mogok kerja nasional di berbagai titik di Kawasan Cikarang, Bekasi," kata Koordinator Badan Pekerja Kontras, Haris Azhar, Jumat (1/11).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA