Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Panglima TNI: Prajurit Harus Militan

Kamis 26 Sep 2013 11:05 WIB

Red: Mansyur Faqih

Jenderal TNI Moeldoko

Jenderal TNI Moeldoko

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Panglima TNI Jenderal Moeldoko meminta semua prajurit di Tanah Air untuk militan dan solid selama menjalankan tugasnya. Serta benar-benar memanfaatkan alat utama sistem persejantaan yang sudah memadai.

"Sejumlah alat baru sudah disiapkan, sehingga prajurit harus militan dan profesional memanfaatkannya. Prajurit juga solid menjaga keutuhan TNI," ujarnya di Surabaya, Kamis (26/9).

Tak lama lagi, ujar dia, bangsa ini menghadapi dua even akbar. Yakni KTT APEC di Bali pada awal bulan depan dan pemilu 2014. Ia berpesan agar selama pelaksanaan agenda tersebut, prajuritnya siap dan bersama rakyat menjaga keamanan serta ketertiban.

Mantan KSAD itu mengatakan, dalam menghadapi tugas TNI sudah memiliki pedomann. Yakni bisa memposisikan diri di masyarakat dan menjalankannya sesuai tugas dan aturan. "TNI bertugas untuk negara dan akan kuat bersama rakyat. Pada dasarnya masyarakat menginginkan damai dan sejahtera, sehingga siapa pun yang tidak ingin bangsa ini damai maka TNI harus berada di barisan terdepan menindaknya," katanya.

Dalam konteks kesejahteraan rakyat, lanjut dia, tentara memiliki tugas mulia dan kemampuan dalam bentuk skema kerja bersama masyarakat. Seperti penanggulangan bencana dan pendampingan membangun rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.

"Saya ingin TNI memiliki kesiapsiagaan tinggi yang bisa kapan dan di mana saja membantu negara. Kalau tidak maka bangsa ini yang repot," kata jenderal bintang empat kelahiran Kediri, Jawa Timur tersebut.

Belum lama ini, TNI baru saja menerima enam pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2 untuk memperkuat jajaran TNI Angkatan Udara. Total jumlah pesawat tempur Sukhoi yang dimiliki TNI AU saat ini menjadi 16 unit atau satu skuadron. Pesawat ini akan ditempatkan di Skadron Udara 11 Wings 5 Lanud Hasanuddin, Makassar. 

Moeldoko mengatakan, penambahan ini merupakan bagian pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia untuk rencana strategis 2010-2014 dan mengawal keutuhan NKRI. "Syukur kali ini pesawat tempur Sukhoi sudah satu skuadron. Diharapkan akan ada lagi pembelian jenis SU-35 karena lebih canggih. Semoga perekonomian bisa semakin membaik, sehingga negara bisa membeli alutsista sebagai penguatan NKRI," kata Moeldoko. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA