Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Prabowo Masuk Daftar Hitam AS

Senin 23 Sep 2013 06:15 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: A.Syalaby Ichsan

Prabowo Subianto (file photo)

Prabowo Subianto (file photo)

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stasiun televisi Al Jazirah membuat laporan wawancara khusus dengan pendiri Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada akhir pekan lalu.

Prabowo sebagai calon presiden Indonesia berbicara tentang keprihatinan, ambisi, dan rencana untuk masa depan negaranya. Indonesia yang dihuni 250 juta jiwa yang merupakan negara terpadat keempat di dunia, akan segera memilih pemimpin baru pada 2014. 

Setelah dikenal sebagai sosok yang ditakuti ketika menjadi pemimpin Kopassus, Prabowo sudah mulai berubah. Ia kini didorong oleh ambisinya untuk gigih melayani rakyat Indonesia jika terpilih sebagai kepala negara.

Namun, langkah menjadi presiden Republik Indonesia (RI) cukup berat. Setelah menjadi pribadi yang kontroversial ketika menapaki karier militer, hingga kini pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkannya ke dalam daftar hitam. Ia termasuk satu golongan dengan Nelson Mandela yang juga masuk daftar hitam AS,

Dampaknya, Prabowo tidak bisa masuk ke Negeri Paman Sam dengan tuduhan telah melakukan penghilangan paksa aktivis dan penyiksaan para pejuang prokemerdekaan di Timor Timur. Gara-gara itu, Prabowo ia memiliki banyak musuh. Tapi, bukan Prabowo namanya jika mudah menyerah.

Mantan panglima Kostrad itu bertekad menjadi pemimpin kuat yang dibutuhkan Indonesia. Bahkan, ia disebut-sebut mirip dengan mantan perdana menteri Singapura, Lee Kwan Yew dalam referensi sikapnya yang otoriter.

“Saya pikir seorang pemimpin harus kuat. Bagaimana Anda bisa menjadi pemimpin jika Anda tidak kuat? Anda harus memiliki karakter yang kuat. Anda harus memiliki integritas yang kuat. Anda harus memiliki keyakinan yang kuat dalam arti umum, dalam kejujuran,” kata Prabowo. 

“Bagaimana bisa Anda punya pemimpin yang lemah di mana saja di dunia? Saya pernah bertemu seorang gubernur yang sangat sukses dari salah satu provinsi kami dan dia mengatakan kepada saya ‘Prabowo, esensi kepemimpinan ... sangat sederhana, dua hal: mengasihi rakyat Anda, gunakan akal sehat Anda. Ini membimbing saya,” ujar Prabowo.

Terkait tuduhan negatif yang sering mampir kepadanya, Prabowo memiliki jawaban. “Ketika Anda menjadi seorang prajurit di eselon tertinggi, Anda selalu akan dijadikan subjek tuduhan, serangan, penistaan karakter--itulah risiko profesi Anda. Mereka dirancang untuk menghancurkan reputasi saya,” katanya. 

 Putra almarhum begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo itu melanjutkan, “Ini adalah ketiga kalinya saya akan ikut pemilihan umum. Saya telah bersaing dalam urusan politik selama 15 tahun. Jadi, setiap kali dukungan saya naik, tuduhan mulai berdatangan, tapi masyarakat Indonesia tidak sebodoh itu. Anda tahu, itu sebabnya saya mendapatkan dukungan yang kuat.” 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA