Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Setelah Kedelai, Tepung Terigu Ikut Naik

Selasa 27 Aug 2013 09:34 WIB

Rep: Yulianingsih/ Red: Damanhuri Zuhri

Tepung Terigu (ilustrasi)

Tepung Terigu (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Setelah harga kedelai meroket akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, kini harga gandum juga ikut-ikutan naik.

Di pasar tradisional di Yogyakarta, harga gandum atau biasa disebut tepung terigu naik menjadi Rp 8.000 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 6.800 - Rp 7.000 per kilogramnya.

"Sudah dua hari ini naiknya, barangnya sih ada tetapi dari distributornya juga sudah naik," kata Purwanti, penjaga toko bahan pokok Sami Asih di Pasar Giwangan Yogyakarta, Selasa (27/6).

Menurut Kabid Pengawasan Perdagangan Disperindagkoptan Kota Yogyakarta, Sri Harnani, kenaikan harga tepung terigu merata di sejumlah pasar. "Kita sudah melakukan pendataan, memang ada kenaikan signifikan seperti halnya kedelai," tandasnya.

Diakuinya, tepung terigu di Yogyakarta dan pada umumnya di Indonesia memang sebagian besar diimport dari luar negeri. Karenanya ketika nilai tukar Rupiah melemah, barang tersebut akan naik harganya.

"Yang kita khawatirkan hal ini akan berimbas pada industri kuliner terutama oleh-oleh seperti Bakpia yang banyak menggunakan terigu," tambahnya.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA