Selasa, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Selasa, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

IWO: Tudingan Jero Wacik Soal Media Online 'Sesat'

Senin 15 Jul 2013 16:57 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Wartawan Online (IWO), akan melaporkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik ke Mabes Polri menyusul pernyataannya yang menyebut media online seperti surat kaleng.

Ketua Umum Pengurus Pusat IWO, Kresna Budhi Candra sangat menyesalkan dan terganggu dengan pernyataan sesat Jero Wacik.

Sebelumnya Jero menyebut narasumber media online tidak jelas. Ia membandingkan pemberitaan media online dengan media cetak. Menteri dari Partai Demokrat itu menyebut, di media cetak bisa diketahui nama penulis, dan sang penulis bisa diprotes jika ada sesuatu yang salah dalam pemberitaan.

"Kalau media cetak kan jelas, kalau ada apa-apa, bisa dikritik, ketahuan penulisnya, bisa ditelepon," ungkap Jero. Tak hanya itu Jero juga menyebut media onlien seperti surat kaleng.

Menurut Kresna, seharusnya pernyataan seperti itu tidak terlontar dari mulut seorang pejabat negara pengguna uang rakyat seperti Jero Wacik. Ia menjelaskan, media online muncul karena perkembangan kemajuan teknologi. "Atas dasar itulah media online berdiri, saat ini malah media cetak, televisi dan radio memiliki media online juga," tutur Kresna di Jakarta.

Jika memang Jero Wacik merasa media online seperti surat kaleng, masih kata Kresna, itu adalah hal yang tidak benar. "Media online mempunyai badan hukum (berbentuk perusahaan/PT) mencantumkan boks redaksi yang berisi penanggung jawab/pemimpin redaksi, nama redaktur, nama wartawan, nomor telepon yang bisa dihubungi dan alamat kantor media online," tuturnya.

Guna mencegah para pejabat publik membuat pernyataan yang sesat seperti pernyataan Jero, IWO menuntut Jero Wacik untuk meminta maaf kepada seluruh media online di Indonesia. Jero juga diminta meralat pernyataannya terkait penghinaan terhadap media online di Indonesia.

"Mengklarifikasi ucapannya dengan cara secara langsung mengundang seluruh media online di Indoensia terkait ralatnya tersebut. Secara langsung mengundang dan meminta maaf kepada wartawan media online yang langsung mendengar dan menulis pernyataanya tersebut," paparnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA