Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

'Pemeriksaan Anggaran Sidang Isbat Sangat Ketat'

Rabu 10 Jul 2013 20:07 WIB

Rep: Alicia Saqina/ Red: Karta Raharja Ucu

 Sidang Isbat penetapan tanggal 1 Ramadhan 1434 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (8/7).  (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Sidang Isbat penetapan tanggal 1 Ramadhan 1434 H di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (8/7). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama RI, Mukhtar Ali berpendapat, besarnya biaya sidang itsbat guna menentukan awal Ramadhan 1434 Hijriah tidak sebanding dengan manfaat dan keuntungan yang bisa diambil dari digelarnya sidang tahunan tersebut.

Ia menegaskan, biaya sidang istbat tidak sampai satu miliar rupiah. Menurutnya, besaran rupiah yang digelontorkan tidak lah terlalu penting. "Lihat lah manfaat ilmiahnya, bukan pada angkanya," tuturnya.

Dalam penyelenggaraan sidang itsbat itu pun Indonesia dapat lebih menjalin dan memperluas kembali hubungan persahabatan dengan negara-negara lain. Menurutnya, hal tersebut tak bisa dinilai dengan besaran anggaran.

Mukhtar pun mengungkapkan, lagipula Kemenag dan seluruh struktur yang berada di dalamnya pun tak bisa menutup-nutupi berapa besaran dari setiap anggaran yang digunakan. Masyarakat saja sudah bisa mengetahui segala informasi terkait kegiatan kementerian ini.

"Dari Kemenag, sudah jelas. Saya memang hanya pejabat pembuat komitmen, bukan pimpinan di Kemenag. Tetapi, saya menandatangani pakta integritas. Jadi soal mengeluarkan berapa anggaran, saya sangat ketahui," katanya.

Bukan tanpa alasan, Mukhtar juga menegaskan, seluruh hal terkait anggaran di Kemenag harus melewati pemeriksaan keuangan yang ketat. "Ini juga bukan main-main. Pemeriksaan anggaran kan sangat ketat," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA