Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Saturday, 9 Syawwal 1439 / 23 June 2018

Pelajar Indonesia di Belanda Bentuk Jaringan Bisnis

Selasa 22 January 2013 08:17 WIB

Red: Djibril Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelajar Indonesia di Belanda yang tergabung dalam PPI membentuk 'Indonesian Business Network-Netherland' yang peresmiannya bersamaan dengan pelaksanaan Seminar Lingkar Inspirasi bertajuk 'Being Professional and Entrepreneur in Holland' di KBRI Den Haag.

"Peresmian Indonesia Business Network-Netherland disaksikan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Ny. Retno L.P. Marsudi," kata Ketua Bidang Kajian Strategis dan Keilmuan PPI Belanda, Muhammad Rihan Handaulah, kepada ANTARA London, Selasa (22/1).

Dubes Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Ny. Retno L.P. Marsudi menyampaikan apresiasinya akan jejaring itu. Dia pun berharap bertambahnya jumlah professional and entrepreneur Indonesia di Belanda dengan keberadaan jejaring tersebut.

CEO Indonesia Business Network-Netherlands, Adrian Surapati, menyampaikan harapannya dalam seminar yang dihadiri sebanyak 105 peserta, agar jejaring ini bisa mendorong daya saing global pemuda Indonesia.

Adrian Surapati, 'recruiter' (perekrut) di Danone Global Headquarter juga menjadi pembicara pada seminar ini banyak memberikan inspirasi mengenai bagaimana bisa sukses menembus pasar dunia kerja di Belanda.

Ia mengajak peserta untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan 'passion'-nya. Indonesia Business Network-Netherland ini memiliki visi 'Accelerate the Globalization (Skill Increment) of Indonesian Professional/ Entrepreneur'.

Dalam seminar itu, inisiator dan juga advisor dari Indonesia Business Network-Netherlands, Apung Sumengkar, menyampaikan tentang tingkat 'competitiveness' (daya saing) Indonesia, dan bagaimana jejaring ini bisa lebih mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Alumnus MBA Program di Rotterdam School of Management, Erasmus University, itu menekankan tentang misi dari jejaring adalah 'Act as networking and development platform for Indonesian professional/ entrepreneur/ student across the globe.'

Sementara itu, Rama Manusama, CEO dan co-founder criticube, yang menjadi pembicara menyampaikan inspirasi yang menarik lainnya.

Rama fokus pada bagaimana berpikir bebas dan lepas ibarat anak kecil menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengembangkan usaha. Salah satu ungkapan inspiratif yang diutarakan adalah 'think big, start small, move fast' (berpikir besar, memulai dari yang kecil, bergerak cepat).

Tampil sebagai pembicara pada sesi terakhir pasangan suami-istri Eko dan Inne Hardjanto. Eko Hardjanto adalah seorang IT Manager di Philips, dan Inne Hardjanto adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang fashion, travel agent, dan fotografi.

Pasangan itu banyak mengingatkan peserta bahwa kunci keberhasilan hidup adalah mampu memberikan manfaat untuk sekitar, ikuti 'passion' diri, dan melakukan segala sesuatu dengan rasa bahagia, serta antusiasme.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PPI Belanda, Ridwansyah Yusuf Achmad, mengatakan berbagai riset dunia menunjukkan Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terkuat ke tujuh dunia pada tahun 2030.

"Semua data tersebut perlu kita sikapi dengan kritis apakah ekonomi Indonesia dibangun dengan landasan konsumtifme atau produktivitas?" katanya mengingatkan.

Sudah saatnya, kata dia, pemuda Indonesia mampu bersaing di tingkat global, sebagai pengusaha, bisa menghubungkan bisnisnya dengan bisnis lokal di Indonesia dan mendorong pertumbuhan lapangan kerja baru.

Sebagai profesional, dia bisa mengangkat martabat Indonesia dengan membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi bagian dari jajaran korporasi dunia.

Harapan besar untuk Indonesia 'Business Network Chapter' Belanda agar bisa menjadi inkubator, fasilitator, dan stimulator lahirnya pengusaha dan profesional baru Indonesia yang berdaya saing dunia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES