Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Menyedihkan, Banyak Warga Asing Belum Tahu Indonesia

Rabu 28 Nov 2012 10:54 WIB

Red: Endah Hapsari

Bendera Inggris

Bendera Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON---Duta besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Hamzah Thayeb mengakui, banyak warga Inggris belum mengetahui mengenai Indonesia meski Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke London atas undangan Ratu Elizabeth belum lama ini.

Dubes Hamzah Thayeb mengatakan hal itu pada pertemuan bulanan dan sekaligus rapat tahunan Perhimpunan Indonesia-Inggeris (The Anglo-Indonesian Society) yang dihadiri lebih dari 100 anggota berlangsung di gedung KBRI London, Selasa malam.

Dubes mengharapkan seluruh anggota Perhimpunan Indonesia Inggris yang diketuai mantan Dubes Inggris di Indonesia Charles Humfrey bisa membantu memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Inggris.

Dubes Hamzah Thayeb juga berbagi pengalaman saat kunjungan kenegaraan Presiden SBY beberapa waktu lalu dan juga berbicara mengenai hubungan Indonesia dan UK.

Diharapkannya berbagai kesepakatan yang dihasilkan kedua belah pihak dan telah diputuskan baik pada saat kunjungan PM Inggris David Cameron ke Indonesia April lalu maupun saat kunjungan kenegaraan SBY beberapa waktu lalu dapat ditindak lanjuti di tingkat pelaksana atau pemangku kepentingan terkait meningkatkan hubungan bilateral kedua belah pihak.

Dalam pertemuan itu Dubes juga menyampaikan tentang arti kunjungan Presiden SBY ke London pada 30 Oktober - 3 November yang berhasil mencapai berbagai kesepakatan diantaranya di bidang pendidikan, pertahanan, ekonomi kreatif dan energi serta perubahan iklim.

Untuk itu Dubes Hamzah Thayeb minta kepada seluruh anggota Perhimpunan Indonesia Inggris dapat mengimplementasikan dari berbagai kesepakatan yang dicapai antara kedua negara. Diantaranya masalah pendidikan yang sangat penting bagi peningkatan sumber daya manusia di Indonesia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA