Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

JK: Bali dan Lampung Harus Berdamai

Sabtu 03 Nov 2012 02:13 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, saat meninjau lokasi bekas bentrokan antarwarga di Lampung, Jumat (2/11).

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, saat meninjau lokasi bekas bentrokan antarwarga di Lampung, Jumat (2/11).

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG--Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla menegaskan bahwa warga Bali dan Lampung harus berdamai dan tidak ada relokasi bagi para pengungsi.

"Dalam satu minggu ini, para pengungsi harus dapat kembali ke desanya," ujar Kalla, saat mengunjungi para pengungsi akibat bentrokan antarwarga di Kabupaten Lampung Selatan, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Bandarlampung, Jumat (2/11)/

Dia mengatakan, dengan menempatkan aparat keamanan yang berjumlah ribuan personel, bisa dipastikan desa tersebut sudah aman, dan warga bisa kembali bekerja untuk membangun rumah dan desanya kembali.

Kalla mengungkapkan, untuk membantu pembangunan rumah warga PMI akan mengirimkan 10 ribu keping seng yang untuk pembangunan atap rumah warga tersebut.

 

Rekonsiliasi untuk perdamaian, menurut dia, harus cepat dilakukan oleh berbagai pihak, dengan dibantu seluruh elemen masyarakat. "Perdamaian di Lampung Selatan akan terwujud bila seluruh elemen warga Indonesia membantu menciptakan hal tersebut," ujar dia lagi.

Jika memang sudah pernah ada perdamaian, lanjut dia, maka perjanjian selanjutnya harus ada orang yang lebih dituakan pada saat penandatanganan perdamaian tersebut. "Ini dilakukan untuk mencegah hal serupa tidak terjadi lagi," kata dia pula.

Menurut Kalla, masyarakat Bali pun harus dapat bersosialisasi dengan warga lainnya, dengan begitu diharapkan peristiwa semacam tak terulang lagi. "Harus diciptakan sekolah dan pasar bersama sebagai tempat sosialisasi seluruh warga Lampung Selatan," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA