Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

'Globalisasi Hilangkan Jati Diri Bangsa'

Kamis 30 Agu 2012 14:03 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Bendera merah putih, bendera Indonesia

Bendera merah putih, bendera Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Bangsa Indonesia mulai kehilangan jati diri. Menurut Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Eddy Yusuf mengatakan sudah menjadi tugas bersama dalam mengantisipasi permasalahan tersebut.

Eddy menyebut tegerusnya jati diri bangsa lantaran Indonesia yang selama ini terkenal memiliki budaya santun sudah banyak mengalami perubahan.

Wagub Eddy Yusuf berbicara pada acara wisuda mahasiswa Universitas PGRI Palembang, Kamis (30/8). Mahasiswa PGRI yang diwusuda sebanyak 1.278 orang yang di antaranya 50 alumni program Pascasarjana dan selebihnya sarjana (S1).

Lebih lanjut Eddy mengatakan faktor lain yang menghilangkan jati diri bangsa lantaran nasionalisme generasi penerus mulai menurun. "Antara lain akibat pengaruh era globalisasi dimana arus komunikasi sulit dibendung," kata dia.

Karenanya, kata Eddy, melalui pendidikan mari bersama menyiapkan pemimpin yang berprestasi dan berwibawa membangun bangsa. "Apalagi PGRI sebagai wadah menyiapkan guru sehingga menjadi tugas utama dalam membina generasi penerus yang berkarakter," katanya.

Namun, yang lebih utama lagi alumni salah satu perguruan tinggi swasta ini harus dapat mencerdaskan masyarakat sekitar, terutama di lingkungan tempat tinggal. Secara terpisah Rektor PGRI Palembang Dr H Syarwani Ahmad mengatakan berdasarkan laporan United Nation Development Program, Indeks Pembangunan Manusia Indonesia belum maksimal.

"Hal yang mendorong dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia itu antara lain melalui pendidikan," kata Syarwani.

Dalam hubungan tersebut, perguruan tinggi swasta itu berperan serta dalam meningkatkan kualitas pembangunan terutama sumber daya manusia. "Perguruan tinggi swasta ini terus berbenah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan," tegasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA