Monday, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 December 2018

Monday, 3 Rabiul Akhir 1440 / 10 December 2018

Ini Dia Pemicu Satelit Telkom Gagal Capai Orbit

Selasa 07 Aug 2012 13:26 WIB

Red: Endah Hapsari

Satelit telkom-3 (ilustrasi)

Satelit telkom-3 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW---Pendorong roket (booster) Briz-M gagal membawa dua satelit, salah satunya milik Indonesia , Telkom-3, ke orbit transisi yang telah diperhitungkan setelah peluncuran pada Senin malam, demikian badan antariksa Rusia Roscosmos, Selasa.

Rusia meluncurkan roket Proton dengan pendorong Briz-M yang membawa satelit Express MD2 dan satelit milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Telkom-3, pada 23.31 waktu Moscow (19:31 GMT) dari pusat antariksa Baikonur Kazakhstan.

"Pendorong Briz-M dan dua satelit tidak terdeteksi pada orbit transisi," kata Roscosmos dalam pernyataan di laman resminya. "Namun, sinyal dari pendorong itu diterima dari orbit darurat sementara."

Menurut data awal, Briz-M menyala sesuai jadwal, tapi pendorong itu hanya bekerja selama tujuh menit, bukan 18 menit dan lima detik seperti apa yang telah diprogamkan.

Sumber dari industri antariksa mengatakan kepada RIA Novosti bahwa satelit itu tidak mempunyai peluang untuk memisahkan diri dari pendorong dan mencapai orbit tujuan.

Dia mengatakan bahwa peluncuran roket Proton dengan pendorong Briz mungkin akan ditunda hingga para ahli menentukan penyebab kegagalan dan jadwal peluncuran akan menyesuaikan.

Kerusakan pada pendorong Briz-M mengakibatkan hilangnya satelit komunikasi Express-AM4 pada Agustus 2011.

Sementara itu, satelit Telkom-3 dibuat oleh perusahaan antariksa Rusia Reshetnev bekerja sama dengan Thales Alenia Space sebagai pembuat peralatan komunikasi satelit itu.

Satelit itu mempunyai transponder aktif Ku-band dan 42-C untuk menyediakan layanan telekomunikasi bagi para pengguna di Indonesia.

Ini merupakan pertama kalinya Indonesia membeli satelit dari Rusia.

Sedangkan Express MD2 adalah satelit komunikasi berukuran kecil yang didesain dan dibuat oleh Khrunichev State Research and Production Space Center untuk perusahaan satelit komunikasi Rusia RSCC.

Satelit itu mempunyai transponder 8C dan 1L untuk merelay, sepanjang waktu, aliran data kepada banyak pengguna di dalam sistem penyiaran dan komunikasi satelit Rusia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA