Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Mobil Dinas Boleh Dipakai Mudik, Ini Syaratnya

Jumat 03 Aug 2012 15:09 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Heri Ruslan

Mobil dinas

Mobil dinas

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN — Penggunaan kendaraan dinas untuk keperluan mudik pada cuti bersama lebaran 2012 nanti tidak dilarang di lingkungan Pemkab Semarang, sepanjang pemanfaatannya tetap menggunakan bahan bakar non subsidi.

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan, pihaknya tidak akan membatasi penggunaan kendaraan dinas pada lebaran kali ini. Hanya saja, para pengguna kendaraan dinas ini tetap mematuhi peraturan dan ketentuan pembatasan bahan bakar bersubsidi.

“Tidak ada larangan membawa mobil dinas untuk mudik. Tapi, sekarang mobil dinas bahan bakarnya harus pakai pertamax,” ungkap Bupati Semarang, H Mundjirin kepada wartawan, di Ungaran, Jumat (3/8).

Menurut Bupati Semarang, ketentuan itu harus ditaati meski kendaraan dinas ini dipakai bukan untuk keperluan dinas. Pemakainya harus bertanggungjawab dan tetap mentaati ketentuan pembatasan penggunaan bahan bakar bersubsidi.

Untuk itu, Mundjirin mengimbau kepada para pejabat yang memakai mobil dinas untuk  mudik agar ketentuan ini ditaati di manapun tempatnya. “Pemkab tidak akan memberikan subsidi biaya perawatan mobil dan bahan bakar minyak untuk mudik,” lanjutnya.

Di luar ketentuan kewajiban penggunaan bahan bakar non subsidi, lanjut bupati, para pengguna kendaraan dinas tetap menjaga dan merawat dengan baik. Sebab biaya perawatan mobil yang dipakai mudik menjadi tanggungjawab yang menggunakan.

Di lain pihak, Mundjirin juga tidak melarang pejabat di lingkungannya untuk menerima parsel dari para koleganya. Dengan catatan pemberian parsel ini tidak ada muatan apapun.

Para pejabat juga diizinkan untuk memberikan parsel kepada relasi mereka.

Namun ia mengimbau agar pejabat yang hendak memberikan parsel atau paket lebaran, hendaknya diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkannya.

“Seperti warga yang tidak mampu, kaum dhuafa atau pihak yang membutuhkan uluran tangan lainnya,” papar Mundjirin kepada wartawan.

Kalaupun tetap harus memberikan bingkisan, diharapkan isi parsel atau bingkisan lebaran bisa berisi produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal, Kabupaten Semarang.

Sebab di wilayahnya banyak produk UMKM seperti makanan ringan, minuman, kain dan lainnya yang berkualitas baik. “Kami berharap momen lebaran ini bisa digunakan untuk mengangkat dan mengenalkan produk lokal,” imbuhnya.

Kabag Humas Setda Kabupaten Semarang, Partono menyampaikan, kebijakan Bupati Mundjirin tersebut didasarkan atas berbagai pertimbangan. “Antara lain, guna menunjang kelancaran perayaan Lebaran pejabat di lingkungan Pemkab Semarang,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA