Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Saturday, 17 Rabiul Awwal 1443 / 23 October 2021

Donor Darah Itu Seperti Sedekah

Selasa 24 Jul 2012 20:17 WIB

Rep: MG04/ Red: Karta Raharja Ucu

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) berjaga di depan mobil donor darah keliling.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) berjaga di depan mobil donor darah keliling.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak sedikit orang yang masih takut untuk mendonorkan darahnya. Masalah kesehatan dan atau takut disuntik menjadi alasannya. Padahal, donor darah itu banyak menyimpan manfaat.

"Manfaat donor darah sendiri itu ibarat sedekah dan yang tak lain berguna juga untuk kesehatan," kata Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial Rumah Sakit dan Donor Darah, dr Farid Husain dalam jumpa pres di Masjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat, Selasa (24/7).

Farid menjelaskan, suatu negara membutuhkan sekitar dua persen atau sekitar 4,8 juta kantung darah aman yang ditransfusikan. Kantung darah tersebut disalurkan kepada pihak yang membutuhkan darah. Sayangnya, di Indonesia khususnya selama Ramadhan, terjadi penurunan frekuensi donor darah sekitar 50 hingga 60 persen. Pada 2011, p enurunan dari rata-rata 182.594 kantong darah per bulan menjadi rata-rata 100.427 kantong darah. (baca: PMI: Stok Darah Turun Selama Bulan Puasa)

Dikesempatan yang sama, Direktur Unit Donor Darah Pusat, Yuyun Soedarmono menganjurkan, bagi orang yang ingin mendonorkan darahnya saat puasa, sebaiknya menjelang berbuka. "Donor darah saat bulan puasa sebaiknya ketika menjelang berbuka puasa, sekitar pukul 17.00. Dan tak lupa ketika sahur banyak minum air mineral," terang wanita berjilbab itu.

Diterangkan Yuyun, pelaksanaan donor darah dilakukan hanya sekitar 15 menit. Pertama-tama pendonor diharuskan mencuci lengannya, lalu mengisi lembar kuesioner untuk mengetahui riwayat penyakit si pendonor. Kemudian pendonor melakukan cek berat badan dengan batas minimal berat badan 45 kilogram.

Jika dirasa aman saat pemeriksaan darah, pendonor boleh mendonorkan darahnya. PMI membutuhkan darah bergolongan 'O' sebagai darah mayoritas penduduk Indonesia, disusul 'A' kemudian 'B' dan terakhir 'AB' yang sangat sulit didapatkan.

Untuk minimal usia, PMI mensyaratkan pendonor harus di atas 17 tahun. Bagi perempuan tidak sedang datang bulan, sehat, berat badan lebih dari 45 kilogram, HB 12,5 gram. Syarat lainnya, darah harus terbebas dari penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C serta Sifilis. "Kami (PMI) bertanggung jawab atas darah aman dan terbebas dari penyakit," terang Farid.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA