Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

ITS Targetkan 'Go' Internasional 2015

Jumat 08 Jun 2012 00:19 WIB

Rep: Agus Raharjo/ Red: Dewi Mardiani

Lambang kampus ITS.

Lambang kampus ITS.

Foto: carikampus.com

REPUBLIKA.CO.ID, Surabaya--Globalisasi manusia akan terjadi tahun 2015 nanti. Banyaknya serangan pegawai dari luar negeri maupun mahasiswa memaksa instansi pendidikan menyiapkan SDM-nya. Beberapa instansi pendidikan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) telah dikenal oleh dunia internasional.

Hasilnya, banyak mahasiswa asing yang datang untuk belajar di kampus tersebut. Untuk itu, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, tidak ingin ketinggalan dan menargetkan dapat pengakuan internasional dari dunia internasional.

Kepala International Office ITS, Maria Anityasari mengungkapkan, pengenalan ke civitas akademika ini merupakan langkah strategis yang harus dicapai tahun ini, yaitu penguatan internal kampus. Sebab, target 'Go' Internasional ITS tinggal sebentar lagi, yaitu tahun 2015. "Kita targetkan 2015 ITS dapat pengakuan internasional dan menjadi kampus Internasional," kata dia, Kamis (7/6).

Langkah yang akan ditempuh ITS, tambah Maria, setelah penguatan, adalah mulai bergabung dengan konsorsium Universitas Internasional seperti Asean University Network (AUN) maupun yang tingkatnya lebih besar. Dengan begitu, nanti banyak pertukaran mahasiswa di kampus ITS maupun mahasiswa Indonesia ke luar negeri.

Tidak hanya itu, bahkan seperti yang diterapkan di UGM Yogyakarta, karyawan pendidikanpun dapat mengenyam pekerjaan di luar negeri. Maria menambahkan, dengan Konsorsium universitas internasional, seorang mahasiswa dapat belajar di berbagai universitas dalam semester berbeda. Sebab, ada standarisasi kurikulum secara internasional.

Dekanat harus memetakan jurusan yang siap untuk 'go' internasional. Fakultas harus dapat meengemas apa saja yang dapat ditawarkan untuk menarik minat mahasiswa asing, termasuk pengadaan program kelas bahasa Inggris untuk semua civitas akademika, termasuk karyawan kampus.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA