Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Jelang Ramadhan, Pedagang Malaysia Borong Mukena Indonesia

Rabu 30 May 2012 22:19 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Beberapa mukena di sebuah toko di Pasar Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Beberapa mukena di sebuah toko di Pasar Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pedagang Malaysia dikabarkan mulai memborong mukena dan selendang dengan hiasan bordir buatan pengrajin Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Hal itu dilakukan para saudagar dari Negeri Jiran lantaran bulan Ramadhan semakin dekat.

"Sudah banyak pedagang Malaysia datang ke Medan untuk membeli dan memesan secara partai besar mukena dan selendang yang dibordir," ungkap Rahma, pedagang grosir pakaian Muslim di Pajak Ikan Lama, Medan, Rabu (30/5).

Pesanan itu untuk kebutuhan di bulan suci dan Idul Fitri yang jatuh pada Juli dan Agustus. Menurutnya, warga Malaysia sejak dulu memang paling menyukai mukena dan selendang buatan pengrajin Sumut dan Sumbar yang banyak dipasarkan di Medan.

Mengutip pernyataan pedagang dari Malaysia, Rahma menyebutan, mukena dan selendang khususnya yang dibordir sangat disukai konsumen Malaysia. Harga mukena dan selendang yang dibordir itu dijual mahal.

Kalau di Medan misalnya, para pedagang Malaysia membeli dikisaran harga Rp 1,5 juta sampai Rp1,8 juta per set (kain dan mukena). Dan pedagang Malaysia itu bisa menjual di Malaysia Rp 3 juta hingga Rp 4 juta di negaranya. "Untung mereka cukup besar," katanya.

Pedagang Malaysia itu semakin untung besar, karena ketika memasuki Medan mereka juga berdagang barang-barang buatan Malaysia khususnya sepatu dan sandal merek Vincci yang cukup digemari warga Sumut. Rahma mengakui, meningkatnya permintaan dari pedagang Malaysia itu, membuat pedagang di Pajak Ikan Lama dan di pasar lainnya juga memesan banyak produk tersebut ke pengrajin di Sumut dan Sumbar. Biasanya, masih kata Rahma, para pedagang sudah memiliki pengrajin mukena dan selendang masing-masing sehingga ketika banyak pesanan, permintaan itu bisa dipenuhi.

Kepala Dinas UKM dan Koperasi Sumut, Joni Pasaribu, secara tepisah mengatakan, hasil kerajinan termasuk bordiran memang menjadi salah satu andalan usaha UKM dan koperasi di Sumut. "Sejak dulu, kerajinan bordiran sudah menembus pasar luar negeri khususnya Malaysia meski sebagian besar diperdagangkan dalam bentuk kecil-kecilan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA