Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

UIN Anugrahi Menteri Malaysia Doktor Kehormatan

Senin 07 May 2012 13:40 WIB

Red: Hazliansyah

Rektor melantik sarjana dalam sebuah wisuda, ilustrasi

Rektor melantik sarjana dalam sebuah wisuda, ilustrasi

Foto: unpad.ac.id

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Ketua Menteri Malaka, Malaysia, YAB Datuk Seri Haji Mohd Ali Bin Mohd Rustam, dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) di Pekanbaru, Riau, Senin.

Penganugerahan itu bersamaan dengan Rapat Terbuka Senat UIN Suska di gedung Islamic Centre. Turut hadir dalam acara itu Rektor UIN Suska Prof Dr HM Nazir MA, Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Wakil Gubernur Mambang Mit, Konsulat Malaysia di Pekanbaru Zamani Ismail, Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, Wali Kota Pekanbaru Firdaus, dan budayawan Riau Tenas Effendy.

Guru Besar UIN Suska Prof Dr Alaidin Koto, yang juga selaku Tim Promotor mengatakan gelar Doktor Kehormatan untuk Ketua Menteri Malaka adalah dalam bidang Politik Islam Internasional (Al-Siyasah Al-Duwaliyah).

Gelar itu diberikan karena Mohd Ali Bin Mohd Rustam dinilai berhasil melalui pemikirannya membangun ekonomi Malaka. Terlebih lagi pada sektor pendidikan, beliau dinilai sukses karena memberikan kemudahan dan pengajaran, seperti dalam bentuk program pinjaman pendidikan tinggi yang diberikan kepada warga melalui tabung amanah perguruan tinggi dan pusat zakat.

"Beliau berhasil menjadikan Malaka sebagai destinasi pendidikan di Asia Tenggara," katanya. Ia berharap penganugerahan Doctor Honoris Causa ini makin mengukuhkan hubungan antara Malaysia dan Indonesia, Malaka dan Riau pada khususnya.

"Untuk memajukan dunia melayu, dunia Islam," katanya.

Dalam pidatonya, Mohd Ali Bin Mohd Rustam, mengatakan sangat tersanjung mendapatkan gelar Doktor Kehormatan dari UIN Suska. Ia berpendapat pemikiran Islam harus terus dikembangkan dalam semangat persaudaraan dan perdamaian.

"Umat Islam semua bersaudara dan juga di Indonesia. Kita harus bisa hidup berdampingan," ujarnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES