Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

YLKI: Kasus LKS, Ada Konspirasi Penerbit dengan Sekolah

Jumat 13 Apr 2012 19:33 WIB

Rep: A Syalaby Ichsan/ Red: Chairul Akhmad

LKS

LKS "Istri Simpanan".

Foto: uniqpost.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menduga adanya peluang terjadi konspirasi antara penerbit dengan pihak sekolah terkait kasus 'istri simpanan'.

Ketua YLKI, Sudaryatmo, menjelaskan peluang tersebut terbuka jika bahan ajar itu ternyata lepas dari persetujuan dewan sekolah.

"Bisa jadi adanya konspirasi antara sekolah dengan penerbit jika tidak disetujui," ungkap Sudaryatmo saat dihubungi, Jumat (13/4).

Lazimnya, tutur Sudaryatmo, semua materi bahan ajar harus mendapat penyaringan lewat persetujuan dari dewan sekolah. Untuk itu, jika tidak lolos persetujuan tetapi bahan ajar tersebut masih bisa disalurkan, maka indikasi tersebut bisa terjadi.

Terkait dengan substansi yang ada dalam Lembar Kerja Siswa (LKS), Sudaryatmo mengungkapkan seharusnya pihak penerbit memilih contoh yang lebih positif ketimbang menceritakan tentang istri simpanan. Meski cerita tersebut mungkin menjadi fakta yang ada dalam masyarakat, seharusnya penerbit melihatnya secara kontekstual.

"LKS yang beredar di kalangan siswa SD tersebut bisa diinterpretasikan berbeda oleh siswa SD. Seharusnya dilihat konteksnya dulu. Nanti malah siswa SD meniru untuk punya istri simpanan," tandas Sudaryatmo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA