Selasa, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Selasa, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Perbanyak Doa dan Jauhi Kepanikan

Rabu 11 Apr 2012 19:40 WIB

Red: Heri Ruslan

Berdoa agar hati kita selalu terjaga

Berdoa agar hati kita selalu terjaga

REPUBLIKA.CO.ID,  PADANG --  Ulama Sumatera Barat Buya Mas'oed Abidin mengimbau warga untuk terus memperbanyak doa untuk memohon perlindungan dari Allah SWT dan menjauhi kepanikan pasca-gempa bumi berulangkali terasa di daerah itu pada Rabu sore.

"Kewaspadaan penting dari ancaman bencana, tapi jangan sampai panik yang dapat berakibat buruk kalau tak dapat kendalikan diri," kata Buya Mas'oed Abidin melalui pesan singkat ponselnya (SMS) diterima ANTARA di Padang, Rabu.

Ia mengatakan, bagi warga yang sempat mengungsi harus mecermati situasi di jalan raya yang padat karena bisa berakibat buruk kalau kurang berhati-hati.

"Masyarakat harus mengikuti imbauan dari pemerintah dalam menghadapi situasi tersebut. Semoga kita semua selamat. Amin.. ," ujarnya.

Ribuan warga menuju lokasi evakuasi tsunami memperlihatkan mulai adanya kesiapsiagaan warga terhadap ancaman yang dihadapi. Bahkan, sebagian mengungsi sebelum sirine peringatan dini tsunami berbunyi.

Namun, di sisi lain masih dominan warga yang belum memahami menuju jalur evakuasi pasca-gempa kuat, tanpa harus menggunakan kendaraan roda empat.

Menggunakan kendaraan roda empat terjebak macet dan malahan semakin memperlambat sampai ke lokasi zona hijau (aman) dari gelombang tsunami. Kemudian banyak warga yang belum mengatur titik pertemuan dengan anggota keluarganya saat mengevakuasi diri ketika adanya acaman gelombang tsunami.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperbarui peringatan dini tsunami menyusul gempa susulan berkekuatan 8,8 Skala Richter (SR) yang kembali terjadi di Aceh.

BMKG di Jakarta, Rabu, mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk Bengkulu, Lampung, Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara setelah gempa bumi berkekuatan 8,8 SR kembali mengguncang pada pukul 17.43.06 WIB.

Sebelumnya, gempa susulan yang cukup kuat dan membuat panik warga dengan kekuatan 8,1 SR terjadi pada pukul 17.43.11 WIB. BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi dengan kekuatan 8,9 SR yang terjadi pada 15.38.29 WIB yang berpusat di 2.3 Lintang Utara, 92.6 Bujur Timur dengan kedalaman 10 km di Simeulue, Aceh.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa tsunami kecil telah terdeteksi di wilayah Sabang dan Meulaboh. "Pada pukul 17.00 WIB terdeteksi di Sabang ketinggian 0,06 meter sementara pada pukul 17.04 WIB di Meulaboh 0,8 meter," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA