Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Buruh: Ke Luar Negeri, SBY 'Ga Gentle'

Senin 26 Mar 2012 13:09 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Hafidz Muftisany

Demo BBM (ilustrasi)

Demo BBM (ilustrasi)

Foto: antara

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Ajat Sudrajat menagatakan pemerintahan SBY Boediono semakin menunjukan kebijakan pro pasar dan pro neo liberalisme dan kapitalisme. Tapi, tidak pro rakyat.

Apalagi, sambung Ajat, di tengah maraknya penolakan BBM di masyarakat, SBY malah pergi ke Korea dengan embel-embel kunjungan kepentingan negara. Ini memperlihatkan, SBY sebagai pemimpin yang tidak gentle.

''Saat seluruh elemen melakukan aksi penolakan, Presiden SBY justru pergi. Ini bentuk tidak tanggung jawabnya pemimpin kita," papar Ajat.

Dalam aksi ini, kata Ajat, buruh menuntut pemerintah untuk mengumumkan secara terbuka tentang pengelolaan sumber daya alam dan migas. Selain itu, sistem kerja outsourcing, menghapus sistem upah minimum, dan menuntut pemerintah untuk menegakan hukum terhadap tindakan pemberangusan serikat buruh.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA