Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Pusat Rehabilitasi Orangutan 'Dikepung' Pertambangan

Selasa 21 Feb 2012 21:38 WIB

Red: Dewi Mardiani

Orangutan

Orangutan

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Kawasan konservasi serta Pusat Rehabilitasi Orangutan Wanariset Semboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) kini terancam. Pusat rehabilitasi itu dikelilingi sejumlah perusahaan tambang batu bara.

Manajer Program Borneo Orangutan Survival (BOS) Wilayah Kalimantan, Aschita Boestani Tajudin di Semboja, Selasa (21/2), menyatakan bahwa dalam lima tahun terakhir kawasan konservasi untuk 'sekolah' (meliarkan kembali) orangutan Kaltim (Pongo pygmaeus mario) kian terancam akibat hadirnya perusahaan yang mengantongi izin KP (kuasa penambangan) batu bara.

"Di sekitar kawasan Samboja Lestari sudah mulai banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit kini ditambah lagi hadirnya perusahaan tambang batu bara. Jadi, kondisi itu menyebabkan kawasan ini kian terjepit," katanya. Ia khawatir bahwa kondisi itu bukan saja berdampak luas terhadap lingkungan juga bisa menimbulkan masalah hukum terkait konflik lahan dengan pihak perusahaan sawit dan batu bara itu.

"Saya khawatir jika kondisi ini terus berlarut-larut maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik lahan. Keberadaan perusahaan tambang yang menyebabkan terjadinya lubang bekas tambang itu juga menyebabkan terjadinya banjir serta kondisi ini juga secara psikologis berdampak bagi upaya rehabilitasi serta meliarkan kembali orangutan," katanya.

Ancaman lain yang dikhawatirkan pihaknya, yakni adanya upaya pengaburan fungsi konservasi dan rehabilitas bukan hanya bagi primata cerdas itu, tetapi juga beruang madu di areal itu melalui pemberian penghargaan kawasan itu sebagai tempat wisata. Wanariset Semboja bukan hanya untuk merehabilitasi orangutan namun juga beberapa satwa langka yang lain, misalnya beruang madu (Helarctos malayanus) yang kini jadi maskot Kota Balikpapan.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA