Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Friday, 17 Jumadil Akhir 1440 / 22 February 2019

Inilah Data Atapers Tewas Sepanjang 2010-2011

Jumat 10 Feb 2012 11:34 WIB

Red: Dewi Mardiani

Pekerja memasang bola-bola besi penghalang penumpang atap gerbong kereta api di jalur kereta api Tambun-Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/1). (Republika/Aditya Pradana Putra)

Pekerja memasang bola-bola besi penghalang penumpang atap gerbong kereta api di jalur kereta api Tambun-Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/1). (Republika/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- PT Kereta Api Indonesia mencatat jumlah kasus penumpang yang jatuh dari atap kereta dalam kurun waktu 2010 hingga 2011 sebanyak 80 kasus dan 15 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Karena itu, PT KAI terus berinovasi untuk menghalang penumpang kereta di atas atap (atapers).

"Data yang kami miliki tahun 2010 korban berjumlah 43 orang, sembilan di antaranya meninggal dunia, sisanya luka parah. Sementara data 2011, jumlah berkurang menjadi 37 orang, enam di antaranya meninggal, sisanya luka parah," ujar Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Mateta Rizalulhaq, dalam kunjungannya ke Stasiun Bekasi, Jumat (10/2).

Menurut dia, PT KAI berupaya memasang bandul besi seberat 3 kilogram di lintasan Kota dan Kabupaten Bekasi yang tidak memiliki aliran listrik. "Sementara, khusus pada jalur bertegangan tinggi 1.500 volt akan kita pasang alat 'sapu-sapu' berbahan fiber tebal untuk menyapu seluruh atap gerbong kereta mulai Februari ini," katanya.

Pihaknya menepis pernyataan sejumlah pihak yang menganggap upaya tersebut tidak manusiawi karena mengancam nyawa penumpang dan tergolong sadis. "Menurut saya, lebih tidak manusiawi membiarkan orang tersengat aliran listrik berkekuatan 1.500 volt." Dikatakan Mateta, upaya persuasif pun dilakukan, seperti membuat komitmen bersama 22 komunitas penumpang atap kereta untuk tidak mengulagi perbuatannya lagi.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES