Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Sumbang Universitas Singapura 30 Juta Dolar, Bos Mayapada Dikritik

Ahad 08 Jan 2012 12:04 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Heri Ruslan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pemberian sumbangan sebesar 30 juta dolar Singapura yang dilakukan seorang pengusaha Indonesia kepada National University of Singapore (NUS) Yong Loo Lin School of Medicine (YLLSoM) menuai kritik. Juru Bicara Aliansi Pemuda Tionghoa Peduli Bangsa, Alexander Ferry, menilai sumbangan yang diberikan Dr Tahir, Bos Group Mayapada itu sangat tak bijaksana.

Menurut Ferry, sumbangan yang  diberikan untuk perguruan tinggi terkemuka di Singapura itu terlalu besar dan menyakitkan bangsa Indonesia. Alasannya, kata dia, dunia pendidikan Indonesia lebih membutuhkan bantuan, karena masih jauh tertinggal jika dibandingkan Singapura.

"Ini sebuah Ironi. Kami menilai tindakan tersebut tidak tepat dan tidak bijaksana," ungkap Ferry melalui siaran persnya di Jakarta, Sabtu (7/1). Aliansi Pemuda Tionghoa Peduli Bangsa berpendapat hal itu merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat  kebangsaan dan nasionalisme serta menciderai rasa solidaritas dan etika kebangsaan.

Sebelumnya telah diberitakan Surat Kabar Inggris The Sunday Times, Minggu (1/1), bahwa konglomerat Indonesia, pemilik Group Mayapada, memberikan sumbangan 30 juta US Dollar atau lebih kurang Rp 270 milyar, untuk National University of Singapore (NUS). Jumlah itu merupakan sumbangan terbesar yang pernah diterima universitas di Singapore itu dari orang asing selama ini.

Dalam laman resmi NUS, Presiden NUS, Tan Chorh Chuan mengatakan, Dr Tahir merupakan donatur yang paling banyak memberi sumbangan kepada universitas itu. Sebelumnya, Pada April 2011, Tahir juga dikabarkan telah menyumbangkan 1 juta dolar AS kepada University of California, Berkeley. Uang tersebut digunakan untuk beasiswa bagi siswa internasional yang menjalankan studinya dalam program MBA.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA