Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Politisi PKS, Pemerintah tak Protes Pangkalan Militer AS Gara-Gara Hibah Pesawat F16?

Ahad 20 Nov 2011 17:48 WIB

Rep: esthi maharani/ Red: Stevy Maradona

Pesawat tempur Taiwan, F16 yang didapat dari paket militer AS sedang lepas landas dari bandara.

Pesawat tempur Taiwan, F16 yang didapat dari paket militer AS sedang lepas landas dari bandara.

Foto: REUTERS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penempatan pangkalan militer Amerika Serikat di Darwin, Australia dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan. Anggota Komisi I dari fraksi PKS, Syafan Badri Sampurno, Ahad, (20/11), mengatakan pemerintah harus bereaksi atas penempatan itu.

Ia mengkawatirkan, bila pemerintah tidak menyikapi ini sebagai ancaman, maka sinyalemen hibah F-16 sebagai bagian dari upaya pembungkaman akan mendapat pembenaran. “Sinyalemen tersebut sukar untuk dihindari karena saya yakini tidak ada makan siang gratis dibalik hibah pesawat tempur bekas tersebut,” katanya.

Keberadaan pangkalan militer AS di Darwin sepatutnya menjadi ancaman. Karena, berdasarkan sejarahnya, di setiap negara yang terdapat pangkalan As, maka di sana akan ada ancaman stabilitas keamanan.

Ia juga menyayangkan sikap Australia sebagai negara tetangga dekat yang tidak menenggang kepentingan Indonesia. Menurutnya, Australia seringkali melakukan langkah diplomasi yang tidak elegan sebagai negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA