Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Kemenhan Klaim Daya Serap Anggaran Tinggi

Kamis 08 Sep 2011 08:16 WIB

Rep: C13/ Red: Didi Purwadi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengklaim sebagai salah satu kementerian dengan daya serap anggaran belanja negara tertinggi. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan, Brigjen Hartind Asrin, mengatakan institusinya mendapatkan pencapaian tertinggi dalam realisasi belanja modal tahun 2011.

Hal tersebut dapat dilihat dari hasil laporan Kementerian Keuangan tentang perkembangan realisasi belanja modal Kementerian Negara/Lembaga 2010-2011. Sampai 31 Agustus 2011, kata Hartind, realisasi belanja modal Kemenhan mencapai 38,2 persen dari total pagu belanja modal pada tahun ini sebesar Rp 14,720 triliun.

Laporan tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat Sidang Kabinet, Selasa (6/9), di Istana Negara, Jakarta. "Pencapaian Kemenhan tersebut menempati urutan atas disamping Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum," ujar Hartind dalam siaran pers yang diterima Republika.

Pencapaian realisasi belanja modal hingga 38,2 persen tersebut menjadi salah satu indikator kinerja bagus Kemenhan. Indikator tersebut disebutnya menjadi acuan bagi Kemenhan untuk lebih mempercepat penyerapan belanja modal.

Caranya, Kemenhan terus menggenjot realisasi belanja modal dalam empat bulan terakhir di tahun ini untuk mendorong kegiatan ekonomi. Selain itu, lanjut Hartind, berbagai upaya dilakukan institusinya dengan melakukan optimalisasi kinerja agar anggaran terserap secara tepat sasaran dan waktu.

"Kemenhan juga berupaya melakukan efektifitas dalam proses pengadaan dengan membentuk HLC (High Level Committee), yang melakukan koordinasi dengan Kemenkeu, Bappenas dan para Irjen," katanya. Tujuannya agar penyerapan anggaran bisa dilakukan secara transparan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA