Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Presiden Akui Pengembangan Alutsista tak Terkoordinasi

Rabu 13 Jul 2011 17:22 WIB

Rep: Teguh Firmansyah/ Red: Johar Arif

Alutsista

Alutsista

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui  pembangunan kekuatan alat utama sistem senjata (Alutsista) tidak terkoordinasi dengan baik. Pengembangan sistem itu  masih kurang mengalir dari strategi  pertahanan dan doktrin TNI yang dianut.

"Apa yang saya rasa kan dan ketahui, pembangunan kekuatan alutsista tidak terkoordinasi dengan baik,"ujar SBY saat memberikan pengarah kepada perwira tinggi dan menengah TNI, di Akademi Militer TNI Magelang, Rabu (13/7).

Dalam pertemuan itu hadir sejumlah menteri dan petinggi negara,  di antaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, Panglima TNI Laksamanan Agus Suhartono serta Kapolri Jenderal Timur Prapodo

Menurut SBY , pemerintah maupun TNI perlu mengevaluasi tantangan yang dihadapi saat ini, dan membenahi dan menyusun kebijakan strategi pertahanan dalam negeri. Ia mengatakan upaya meningkatkan anggaran pertahanan terus dilakukan secara bertahap. Namun semua itu tidak lah cukup tanpa upaya sinkronisasi dengan doktrin TNI dan angkatan. Doktri tersebut mesti jadi rujukan sebagai dasar operasi militer, pengadaan alutsista dan logistic, serta pembinaan, pendidikan dan pelatihan anggota.

"Meskipun saya tahu terus dimutakhirkan tetapi nampaknya dengan perkembangan cepat dunia, terutama dinamika awal abad 21, keseluruhan doktrin itu pelu dimutakhirkan sesuai perkembangan zaman. Untuk  mengantisipasi ancaman terhadap negara kita," paparnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA