Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

MDI: Kemdiknas Harus Cerdas Rumuskan Pendidikan Pancasila

Ahad 12 Jun 2011 09:34 WIB

Red: Didi Purwadi

Seorang bocah berada di antara sejumlah anggota PDIP mengikuti upacara bendera memperingati Hari Kelahiran Pancasila di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (1/6).

Seorang bocah berada di antara sejumlah anggota PDIP mengikuti upacara bendera memperingati Hari Kelahiran Pancasila di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (1/6).

Foto: ANTARA/Andika Wahyu

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyah, Deding Ishak, meminta Kementerian Pendidikan Nasional harus bekerja cerdas untuk merumuskan pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan. Anggota Komisi III DPR RI (bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan) ini di Jakarta, Ahad (12/6), mengingatkan bahwa perumusan pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan saat ini sangat urgen ketika bangsa mulai digoyang berbagai ideologi sesat.

"Perumusan kurikulum Pendidikan Pancasila dimaksudkan dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sejak dini (pendidikan dasar) hingga perguruan tinggi dengan metode yang menarik, tepat dan efektif sesuai kondisi para peserta didik," ujarnya.

Karena itu, menurut dia, Majelkis Dakwah Islamiyah (MDI) merespons positif sekaligus mendukung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dalam proses perumusan pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan tersebut. MDI, katanya, telah bertekad menjadi salah satu benteng Pancasila demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Karenanya, Kemdiknas harus bekerja cerdas untuk proses perumusan kurikulum itu. Kami mendukungnya," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa hal itu masih dalam kaitan merespons instruksi Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar (PG) terkait pembudayaan ideologi Negara Pancasila tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA