Friday, 11 Muharram 1440 / 21 September 2018

Friday, 11 Muharram 1440 / 21 September 2018

LDII: NII Lakukan Distorsi Ajaran Islam

Rabu 04 May 2011 12:48 WIB

Red: Didi Purwadi

Santri sholat sunah di Masjid Lawang Songo, Ponpes Lirboyo, Sabtu (30/4). Ponpes Lirboyo siapkan 1.000 santri untuk dikirim ke 32 daerah guna menangkal penyebaran paham NII dan radikalisme Islam.

Santri sholat sunah di Masjid Lawang Songo, Ponpes Lirboyo, Sabtu (30/4). Ponpes Lirboyo siapkan 1.000 santri untuk dikirim ke 32 daerah guna menangkal penyebaran paham NII dan radikalisme Islam.

Foto: Antara/Arief Priyono

REPUBLIKA.CO.ID,PURWOKERTO - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menilai gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia (NII) telah melakukan distorsi terhadap ajaran Islam.

"Mereka telah melakukan langkah yang merupakan distorsi terhadap ajaran-ajaran Islam secara kafah (menyeluruh)," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Banyumas, Sarlan.

Sarlan menilai dalil-dalil yang digunakan NII untuk membujuk calon sasarannya agar bersedekah, membayar fidyah, dan sebagainya itu hanya disampaikan penggalan atau potongan-potongan dari ayat-ayat Al Quran atau hadits. Sementara, bagian lain dari ayat atau hadits yang digunakan untuk meyakinkan calon sasaran NII tersebut tidak disampaikan secara komprehensif.

"Yang muncul adalah suatu pemahaman yang emosional sehingga sampai pada suatu kesimpulan di mana konsep Islam dan konsep hijrah itu dipahami tidak secara utuh. Mereka mengabaikan unsur-unsur lain yang sebenarnya dibahas secara logis komprehensif di dalam Al Quran dan hadits," katanya.

Dalam berbagai pemberitaan media massa, kata Sarlan, diketahui bahwa motif utama mereka sebenarnya bukan perjuangan Islam atau NII. Tetapi, mereka hanya ingin mengeruk keuntungan yang bersifat ekonomi, material, dan pribadi.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Lyon Permalukan Manchester City di Etihad

Kamis , 20 September 2018, 22:34 WIB