Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Muhammadiyah Fokus Pemberdayaan Pendidikan

Jumat 06 Juli 2018 08:48 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Agung Sasongko

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Melalui pendidikan yang massif, Muhammadiyah percaya Indonesia akan maju.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah fokus menggerakan program pemberdayaan pendidikan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa merasakan kegiatan belajar khususnya di daerah terpencil. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengatakan pihaknya telah mendidikan beberapa sekolah di kawasan pulau kecil Indonesia. 

“Kita masuk daerah terjauh dan terdalam di Indonesia, dengan program pemberdayaan pendidikan. Kita buka sekolah dimana disitu belum ada, karena kami percaya pendidikan yang massif maka Indonesia akan maju,” ujarnya kepada Republika.co.id Jumat (6/7).

Tak hanya menekankan program pemberdayaan pendidikan, lanjut Haedar, pihaknya juga mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui masjid. Langkah ini sekaligus untuk memakmurkan dan memajukan pusat kegiatan keagamaan di Tanah Air. 

“Pemberdayaan ekonomi kita bikin usaha mikro kecil menengah, kita bangun masjid yang belum ada demi mencerahkan, mencerdaskan sekaligus memberdayakan umat. Itu langkah kongkrit yang kita punya, ini bukan teori saja,” ucapnya.

Selanjutnya, PP Muhammadiyah juga menggarap program layaan sosial dan kesehatan. Bahkan, pihaknya memiliki kapal terapung di Kawasan Papua yang dipergunakan untuk memberdayakan ekonomi di sekitaranya.

 “Di kawasan Papua dan penduduknya perlu edukasi, pemberdayaan belajar bercocok tanam itu juga merupakan langkah Muhammadiyah,” jelasnya. Kendati demikian, Haedar mengakui dalam menjalankan program pemberdayaan tidak mudah. Setidaknya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

 “Tugas kita masih berat karena Kawasan yang masih isolatif di Jawa dan luar Jawa punya program pemberdayaan tadi. Tapi kami akan terus dukung modal sosial ekonomi mencukupi gerak masyarakat. Jadi kami tidak punya kepentingan politik atau apapun memberdayakan bahkan kawasan minoritas, dan respon yang beda agama juga sangat positif,” ucapnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA