Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Saturday, 8 Zulqaidah 1439 / 21 July 2018

Muhammadiyah Kembangkan Industri Ritel

Rabu 27 June 2018 18:34 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Andi Nur Aminah

Bisnis Ritel. Ilustrasi

Bisnis Ritel. Ilustrasi

Foto: Antara
Industri ritel pun kini telah merambah pada sektor online marketplace.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Industri ritel merupakan salah satu industri yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini dibuktikam dengan makin menjamurnya toko modern berjejaring di berbagai wilayah. Tak hanya itu, industri ritel pun kini telah merambah pada sektor online marketplace yang makin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi.

Melihat hal itu, Majelis Ekonomi dan Kewirausaan (MEK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY pun melakukan berbagai strategi untuk terjun langsung dalam bisnis ritel. Sekretaris MEK PWM DIY, Jumarudin mengatakan, MEK sejak tahun lalu telah mulai mengembangan industri ritel, baik dalam platform digital maupun konvensional.

"Untuk online marketplace, kami mengembangkan bela beli produk Muhammadiyah bermutu (Bedukmutu). Sedangkan untuk toko ritel konvensional kami mengembangkan satu ranting satu TokoMU (Saran Satoko)," ujar Jumarudin di di Aula PWM DIY pada Selasa (26/6).

Menurut dia, program ini merupakan wujud penerapan visi MEK dalam menjadi sarana inkubasi dan pengembangkan bisnis ritel. Selain itu, hal ini merupakan wujud dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif di kalangan warga Muhammadiyah.

Bedukmutu sendiri merupakan web jual beli online yang dapat diakses melalui situs bedukmutu.com. Ia mengatakan, seluruh produk yang dipasarkan merupakan produk dari warga Muhammadiyah yang memiliki usaha baik produk dan jasa.

Online marketplace ini telah dikembangkan sejak April 2017. Hingga saat ini, bedukmutu masih dikembangkan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Demi melancarkan pilot project ini, seluruh dosen dan pegawai di UMY pun diwajibkan untuk malakukan transaksi di situs tersebut.

"Saat ini, telah terdapat 19 kategori produk. Total, terdapat 3.145 jenis produk yang telah dipasarkan. Meski dikembangkan di kalangan UMY, namun bedukmutu juga dapat diakses oleh masyarakat umum yang ingin bertransaksi di bedukmutu," ucapnya.

Beberapa kategori produk yang terdapat dalam bedukmutu di antaranya adalah fashion, kerajinan, kuliner, sembako, kebutuhan rumah tangga, furniture, barang bekas, otomotif, properti dan produk kesehatan. Menurut dia, kategori yang paling banyak diminati adalah kategori kuliner, fashion dan sembako.

Hingga saat ini, dalam sebulan, bedukmutu telah mampu mencatatkan nilai transkasi hingga Rp 1 miliar. Ia pun meyakini, hal ini sekaligus mencerminkan bahwa bedukmutu telah berhasil menjadi online marketplace yang dapat memenuhi kebutuhan warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA