Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Belasan Hafiz Quran di UMP Mendapat Beasiswa

Jumat 01 Juni 2018 18:47 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Yusuf Assidiq

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Foto: wordpress.com
Mereka juga mendapat biaya jaminan hidup selama kuliah.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Berbagai macam beasiswa diberikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terhadap para mahasiswanya. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Kerja Sama dan Al Islam Kemuhammadiyahan UMP, Dr Jebul Suroso, menyebutkan seluruhnya ada delapan program beasiswa yang diberikan.

Dari sekian banyak program beasiswa yang bisa diperoleh mahasiswa UMP, salah satunya adalah beasiswa yang diberikan pada penghapal Alquran atau hafiz Quran.

''Mereka yang hapal Alquran 30 juz, dibebaskan dari seluruh biaya kuliah. Bahkan mahasiswa hafiz Quran juga mendapat beasiswa berupa biaya jaminan hidup selama kuliah di UMP,'' jelas Jebul Suroso, Kamis (31/5).

Ia menyebutkan, pemberian beasiswa hafiz Quran bertujuan untuk memotivasi generasi-generasi muda Islam untuk tetap mencintai Alquran dengan menghapal seluruh ayat-ayatnya. ''Melalui cara ini, UMP ingin memberikan penghargaan bagi generasi muda yang menjadi penghapal Alquran,'' jelasnya.

Hingga saat ini, kata Jebul, ada belasan mahasiswa di UMP yang tercatat sebagai penerima beasiswa hafiz Quran. Mereka tersebar di berbagai progran studi sesuai dengan pilihan dan minat mahasiswa bersangkutan.

Menurutnya, program beasiswa hafiz Quran tersebut diberikan pada calon mahasiswa sejak awal masuk kuliah. Sejak mendaftar sebagai calon mahasiswa di UMP, calon mahasiswa bersangkutan bisa mendaftar melalui jalur hafiz Quran.

''Dengan demikian, ujian seleksi yang dilakukan tidak hanya selesai akademik saja. Tapi juga tes mengenai hapalan Quran,'' katanya. Bila benar-benar lolos tes hapal Quran, maka yang bersangkutan otomatis akan mendapat beasiswa hafiz Quran.

Namun Jebul juga menyebutkan, selain mahasiswa yang sejak awal sudah mendapat beasiswa hafiz Quran, juga ada mahasiswa yang baru mengajukan permohonan beasiswa hafiz Quran setelah menjadi mahasiswa UMP.

''Hal ini karena bisa saja pada awal masuk UMP belum benar-benar menguasai 30 juz. Namun setelah kuliah di UMP, mahasiswa tersebut terus belajar Quran sehingga benar-benar menghapal 30 juz,'' katanya.

Dikatakan, pada para penghapal Quran tersebut, setiap semester akan dilakukan evaluasi dan monitoting. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak sampai lupa, dan tetap menjadi penghapal Quran.

Namun dari pengalaman selama ini, kata Jebil, mereka yang sudah menghapal Alquran, akan terus ingat dengan seluruh isi Alquran. Apalagi dari pengamatan selama ini, mereka yang hafiz Quran, biasanya juga cukup aktif melakukan kegiatan di masjid UMP.

Salah satu mahasiswa yang menjadi penerima beasiswa hafiz Quran UMP, adalah Muhammad Afif Muizzuddin (21 tahun). Dia merupakan dari Program Studi Teknik Informatika UMP yang saat ini menginjak semester 4.

Ia mengaku senang bisa mendapat beasiswa dari UMP, karena orang tuanya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya kuliah bagi dirinya. ''Seluruh biaya kuliah, sudah digratiskan. Bahkan tiap bulan juga mendapat bantuan biaya hidup dari UMP,'' katanya.

Afif yang merupakan warga Keluarahan Kembaran Kulon Kabupaten Purbalingga ini, mengaku sebelum masuk UMP dia menyelesaikan sekolah setara SMA di Pondok Pesantren Ma'had Tahfidzu Quran Assurkati Kota Salatiga. ''Saya belajar menghapal Alquran sejak masih SMP,'' ujarnya.

Mahasiswa yang aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini mengaku, motivasi terbesar untuk menghapal Alquran adalah karena bisa menjadi menjadi Ahlullah. Mengutip salah satu hadis, Afif menyebutkan, Rasulullah menyatakan bahwa para ahli Alquran merupakan keluarga Allah.

Ia mengaku untuk dapat menghapal 30 juz ayat Alquran, membutuhkan proses yang sangat panjang. Namun dengan motivasi yang kuat, maka dia bisa melawan rasa malas yang sering melanda.

Menurutnya, untuk tetap hal seluruh isi Alquran, tidak cukup hanya dengan sekali hapal. Namun harus terus menerus diingat, karena suatu saat bisa saja lupa.

''Di UMP, program evaluasi penghapal Quran juga dilakukan setiap semester. Evaluasi ini memang perlu dilakukan, karena bisa saja mahasiswa yang awalnya hapal Alquran menjadi lupa bila tidak selalu melantunkan ayat suci,'' kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES