Wednesday, 11 Zulhijjah 1439 / 22 August 2018

Wednesday, 11 Zulhijjah 1439 / 22 August 2018

PR IPM Muallimaat Yogyakarta Gelar ‘SI UNYIL VII’

Jumat 27 April 2018 14:25 WIB

Red: Yusuf Assidiq

Salah satu peserta kegiatan Si UNYIL.

Salah satu peserta kegiatan Si UNYIL.

Foto: Dokumen.
Kegiatan diadakan bagi para peserta dari wilayah seluruh Pulau Jawa.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dalam rangka menyongsong abad kedua Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan kegiatan Semarak Islam Uji Nyali Insan Cilik (SI UNYIL).

Pada gelaran ke-7 di 2018 ini, kegiatan mengangkat tema ‘Unjuk Bakat, Tebar Manfaat, Mencetak Umat’. Acara diadakan di Gedung Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta, bertepatan dengan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Menurut Ketua Panitia SI UNYIL VII, Alifah Nurul Fitria Adini, kegiatan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia menuturkan yang membuat berbeda adalah SI UNYIL VII diadakan bagi para peserta dari wilayah seluruh Pulau Jawa, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diadakan bagi peserta yang berada di daerah DIY dan Jateng. “Dengan diadakannya acara ini, diharapkan para peserta bisa maksimal dalam mengunjukkan bakat sehingga kedepannya bisa berguna bagi masayarakat dan umat,” kata Alifah.

Rangkaian SI UNYIL VII terdiri sembilan perlombaan. Antara lain Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Cerdas Cermat Agama (CCA), Musabaqah Hahfidzul Qurán (MHQ), azan, menggambar, Da’i Cilik, mendongeng, puisi, dan mewarnai. Acara ini diikuti lebih dari 470 anak-anak TK dan SD/MI se-Jawa.

Dijelaskan, acara ini dilatarbelakangi oleh  insan cilik Islam yang kekurangan wadah untuk menunjukkan bakat mereka yang berkaitan dengan nilai–nilai Islam. Di mana unjuk diri merupakan kemampuan yang dimiliki oleh setiap insan cilik. Terlebih lagi terjadinya degradasi nilai–nilai Islam pada insan cilik. “Acara ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat ber-fastabiqul khairat,” kata Alifah, dalam siaran pers.

SI UNYIL VII berlangsung meriah, dalam pembukaannya ditampilkan tari Rantak dari siswi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta yang menarik perhatian peserta. Selain itu, SI UNYIL VII dimeriahkan oleh pertunjukan dongeng dari Fitrian Al-Khanza, yang merupakan pendiri Sanggar Khancai Yogyakarta.

“Ikut SI UNYIL VII itu seru, nambah pengalaman, dan juga pas lomba tadi aku deg-degan,” komentar Nayara, salah seorang peserta lomba CCA.

Sementara itu, Wakil Direktur III Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Bagian Kesiswaan, Unik Rasyidah, mengungkapkan harapannya tahun depan SI UNYIL dapat diadakan tidak hanya lingkup Jawa saja, tapi bisa mencakup nasional.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES