Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

UMY Berangkatkan Empat Dosen ke Eropa

Rabu 28 Februari 2018 13:42 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Gita Amanda

Gedung Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Gedung Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Foto: umy.ac.id
Pengirimin dosen dalam upaya menguatkan kualitas dosen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk pertama kalinya mengirimkan empat dosen pada program Erasmus+. Pengiriman tersebut merupakan upaya dalam menguatkan kualitas dosen dan menjaga komitmen menjadi Reputable University.

Wakil Rektor UMY Bidang Kerja Sama dan Internasional, Profesor Dr Achmad Nurmandi, M Sc berpesan supaya para penerima program beasiswa Erasmus+ UMY bisa menggunakan kesempatan ini secara optimal dan penuh rasa tanggung jawab. Salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Yogyakarta yang mendapatkan program Erasmus+ hanya UMY saja.

"Jadi tanamkanlah rasa kebanggaan, karena tidak semua orang bisa berkesempatan mendapatkan program bergengsi ini," kata Achmad, Rabu (28/2).

Menurut dia pada program ini akan berkumpul semua akademisi, ilmuan, maupun para ahli dari berbagai negara. Ini menjadi kesempatan untuk berbagi keilmuan dan sebagai ajang silaturahim untuk mempererat tali persaudaran dan menjalin kerja sama secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Eko Priyo Purnomo MSc PhD selaku Kepala Lembaga Kerja Sama UMY mengungkapkan bahwa dengan adanya dosen yang berangkat pada program Erasmus+, diharapkan bisa menjadi motivasi untuk para dosen lain maupun staf di UMY.

Ke empat dosen yang terlibat kali ini adalah Erna Rochmawatri M.Sc, M.Med.Ed, PhD (Magister Keperawatan), Pramitha Esha Nirmala Dewi, S. Farm, M.Sc, Apt (Program Profesi Farmasi, FKIK), Dr. Phil. Ridho Al-Hamdi, MA (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik), dan Sabtanti Harimurti, S.Si., M.Sc., Ph.D., Apt (Program Studi Farmasi, FKIK).

"Para dosen ini nantinya akan mempresentasikan proyek yang sebelumnya diajukan kepada pihak Erasmus+ dan nanti dinilai oleh para akademisi dan ilmuwan," katanya.

Selain mengikuti rangkaian kegiatan program Erasmus+, ke empat dosen tersebut harus mampu mengajak para akademisi dan mahasiswa Perguruan Tinggi Eropa agar bisa berbagi keilmuan di UMY dan kuliah musiman.

Menurut Eko, Program Erasmus+ ini sangat memberikan banyak manfaat bagi yang mendapat kesempatan. Tidak hanya mendapatkan keilmuan selama mengikuti program, akan tetapi bisa merasakan bagaimana kemandirian serta mengembangkan kemampuan di negeri orang.

UMY sendiri telah bekerja sama dengan program Erasmus+ sejak tahun 2017. Melalui program Erasmus+ ini, dosen UMY dikirim ke beberapa perguruan tinggi di Eropa untuk mengikuti program pertukaran selama satu bulan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA