Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

MMSA UMY: Kesehatan Saat Hamil Tekan Angka Kematian Ibu

Rabu 21 Februari 2018 13:04 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Gita Amanda

Ibu Hamil. Ilustrasi

Ibu Hamil. Ilustrasi

Foto: naturalhealthnews
Masalah yang terjadi pada masa kehamilan dapat berpotensi membahayakan ibu dan janin.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), sepanjang tahun 2017 lalu terdapat 34 kasus kematian yang dialami oleh ibu hamil di Yogyakarta. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan ibu hamil akan pentingnya kesehatan selama masa mengandung. Oleh karenanya Muhammadiyah Medical Student Activities (MMSA) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memandang perlu diselenggarakannya sosialisasi mengenai pentingnya kesehatan ibu hamil.

Dalam program SAVIOUR (Save Our Mother to Save Our Generation) yang digelar di Balai Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul, MMSA UMY melakukan sosialisasi tersebut. Dalam sosialisasi yang ditujukan pada ibu hamil dan wanita usia produktif itu, dr. Alfaina Wahyuni, Sp OG.,M.Ke. selaku pemateri menyebutkan masalah yang terjadi pada masa kehamilan dapat berpotensi membahayakan ibu dan janin.

"Masalah-masalah kesehatan seperti gizi yang buruk, hipertensi, infeksi, atau sakit lainnya (jantung, TBC, kanker dan lainnya) dapat mengarah pada hal yang berisiko membahayakan ibu dan juga janin. Untuk ibu hamil misalnya adalah perdarahan di mana hal ini merupakan penyebab terbesar dalam banyak kasus kematian pada ibu hamil," kata dia, Selasa (20/2) lalu.

Dosen FKIK (Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan) UMY tersebut menyebutkan bahwa perdarahan merupakan salah satu gejala kesehatan yang harus dikenali agar dapat segera ditindaklanjuti ketika terjadi.

Perdarahan (Hemorrage) adalah keadaan di mana tubuh mengalami kehilangan darah. Pada ibu hamil hal ini bisa dikatakan normal apabila terjadi pada saat awal kehamilan, tidak berlangsung dalam waktu lama, darah yang keluar sedikit dan tidak disertai dengan gejala lain.

Perdarahan juga mungkin merupakan tanda ibu akan segera melahirkan apabila terjadi ketika umur kandungan sudah mencapai cukup bulan (37-38 minggu). "Perdarahan bisa juga terjadi sebagai akibat dari abortus atau keguguran. Namun demikian, apabila terjadi perdarahan sebaiknya segera diperiksakan agar dapat segera diketahui penyebabnya dan dapat segera mendapatkan penanganan," kata Alfaina.

Sedangkan perdarahan yang paling banyak menjadi penyebab kematian adalah perdarahan pascapersalinan di mana tubuh kehilangan 500 ml atau lebih darah. Seringkali disebabkan oleh anemia yaitu kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dl -nya, defisiensi gizi yang parah, organ tubuh yang belum atau tidak siap untuk mendukung kehamilan, atau jarak kehamilan yang terlalu dekat.

Alfiana pun menyebutkan apabila terjadi perdarahan yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan segera mencari pertolongan kesehatan. Ibu hamil menurutnya harus tetap tenan. Segera tiduran ke sisi kiri tubuh dan posisikan kaki lebih tinggi. Rasakan gerakan janin dan lakukan pernafasan panjang. Jangan memasukkan apapun dan melakukan pemeriksaan ke jalan lahir. Sedangkan untuk suami atau keluarga juga harus tetap tenang, segera minta bantuan dan bawa ke pelayanan medis terdekat bersama dengan pihak yang dapat memberi keputusan.

"Ingat pula untuk membawa surat-surat penting seperti Buku Kontrol Kehamilan atau jaminan kesehatan," ucapnya.

Sementara itu mahasiswa Pendidikan Dokter 2016 UMY selaku panitia sosialisasi, Bimantara Lesmana, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahunnya. Kegiatan ini diadakan oleh salah satu divisi dalam MMSA, yaitu RACO (Reproductive Health Including AIDS Committee) & PHCO (Public Health Committee).

"Kami harap dengan sosialisasi ini dapat memberikan wawasan bagi ibu hamil dan wanita usia produktif mengenai pentingnya kesehatan bagi ibu dan janin. Ini juga merupakan bentuk kampanye yang kami lakukan untuk menurunkan angka kematian ibu di wilayah Bantul," ujarnya.

Selain Sosialisasi tersebut, diadakan pula tes kesehatan gratis seperti pengecekan tekanan darah, gula dan lainnya. Kemudian diadakan pula senam bagi ibu hamil agar para peserta dapat menjaga kesehatan dengan berolahraga rutin meski dalam keadaan hamil.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES