Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

Wednesday, 21 Zulqaidah 1440 / 24 July 2019

KPU Tetapkan Jokowi-Maruf Unggul di Sumut, Saksi BPN Protes

Senin 20 May 2019 20:10 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pasar Badung dan Taman Kumbasari Tukad Badung Kota Denpasar, Bali, Sabtu (18/5).

[ilustrasi] Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pasar Badung dan Taman Kumbasari Tukad Badung Kota Denpasar, Bali, Sabtu (18/5).

Foto: DOK. IST
Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan 3.936.515 suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perolehan suara paslon Joko Widodo - Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Provinsi Sumatra Utara. Berdasarkan rekapitulasi perhitungan suara pemilihan presiden 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (20/5), Jokowi unggul 348.729 suara.

Baca Juga

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan 3.936.515 suara. Sementara, calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mengantongi suara sebanyak 3.588.786.

Proses rekapitulasi di KPU pada Senin itu juga diwarnai dengan protes saksi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi bernama Aziz Subekti. Di tengah proses rekapitulasi, Ia melontarkan protes dugaan kecurangan. Lebih jauh, ia menuduh Kapolda Sumut Inspektur Jenderal Polisi Agus Andrianto terlibat dalam pemenangan paslom.

"Jadi KPU dan penyelenggara, kecurangan itu, terasa, seperti saya lihat banyak berita daerah di Sumut, aparat itu sudah seperti timses, sebut saja Kapolda," ujarnya di KPU RI, Jakarta, Senin (20/5).

Aziz menyebut pemanfaatan program sepertik PKK, meski tidak disebut  untuk memenangkan paslon presiden tertentu, namun ia menyebut kegiatan dimanfaatkan untuk memenangkan Jokowi. Ia pun tetap menolak hasil pilpres. Aziz juga sempat menyinggung mundurnya Bupati Mandailing Natal yang mundur karena Jokowi kalah.

Meski demikian, Aziz mengakui tak mampu menghadirkan bukti se ara materil. Meskipun, kecurangan menurutnya sangat terasa.

"Bukti secara materi memang tidak bisa kami tampilkan tapi catatan itu akan hidup dalam sanubari masyarakat indonesia minimal 50 juta lebih yang memilih Prabowo-Sandi. Termasuk Sumut," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA