Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Moeldoko Ungkap Upaya Sistematis Manfaatkan Aksi Massa

Jumat 17 May 2019 20:44 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Bersama Majukan Bangsa. Kepala Staff Presiden Moeldoko menghadiri malam penganugerahan Tokoh Perubahan 2018 di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Bersama Majukan Bangsa. Kepala Staff Presiden Moeldoko menghadiri malam penganugerahan Tokoh Perubahan 2018 di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Moeldoko mengimbau masyarakat tak perlu berbondong-bondong ke Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengungkapkan, adanya upaya sistematis jika terjadi pengumpulan massa berkaitan dengan penetapan rekapitulasi pemilu. Dia mengatakan, ada sekelompok tertentu yang ingin situasi itu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Baca Juga

"Ini harus dipahami betul oleh semua pihak, rencana ini bukan main-main tapi sungguhan," kata Moeldoko saat menghadiri buka bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) di posko cemara, Jumat (17/5).

Sebabnya, Ketua Harian TKN itu mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu berbondong-bondong ke sebuah tempat titik berkumpul. Dia mengatakan, hal itu pada akhirnya akan digunakan sebagai tempat yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu tersebut.

Dia mengatakan, saat ini masyarakat dimana-mana sudah mulai menginginkan sebuah situasi yang aman dan tertib. Dia melanjutkan, mereka tidak menginginkan gerakan people power yang pada akhirnya merugikan semua warga negara.

"Semuanya rugi. Semuanya dari kita akan rugi. Ngapain jauh-jauh dari luar kota ke Jakarta tahu-tahu menghadapi sebuah musibah. Ini skenario yang disiapkan kelompok tertentu. Saya harus tegas dan clear," kata Moeldoko tanpa menyebutkan kelompok yang dimaksud.

Moeldoko mengatakan, sejauh ini ajakan masyarakat daerah untuk datang ke Jakarta memang tidak begitu masif. Namun, dia mengatakan, ada indikasi warga dari beberapa daerah akan menuju ke ibu kota negara.

"Mereka datang ada yang memang ingin berkumpul untuk mendengarkan nanti keputusan dari KPU, ada yang seperti itu," katanya.

Meski demikian, Moeldoko meminta masyarakat untuk tetap tenang. Lanjut dia, warga tidak perlu takut dan khawatir akan stabilitas keamanan. Dia menegaskan, pemerintah melalui TNI-Polri telah siap menangani hal tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA