Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Waketum PAN Sesalkan Sikap Prabowo Tolak Hasil Pemilu

Jumat 17 May 2019 01:08 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Elba Damhuri

Sejumlah Tim relawan BPN (Badan Pemenangan Nasional) bersama Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno saat melakukan pengungkapan fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Sejumlah Tim relawan BPN (Badan Pemenangan Nasional) bersama Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno saat melakukan pengungkapan fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Foto: Fakhri Hermansyah
Waketum PAN Bara Hasibuan menilai sikap Prabowo itu tidak bertanggung jawab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menyesalkan pernyataan calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait sikapnya yang menolak penghitungan suara pilpres Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bara menilai sikap tersebut sangat tidak bertanggung jawab.

"Kalau kita merasa pemilihan presiden dan pemilihan legislatif tidak legitimaasi karena terjadi kecurangan di mana-mana, maka yang harus kita lakukan adalah mengekspos bukti-bukti itu ke publik dan membawa bukti-bukti itu ke jalur-jalur yang sudah disediakan oleh undang-undang," jelas Bara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/5).

Bara mengaku belum melihat adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif yang kerap dituduhkan kubu 02 di level nasional. Ia menganggap sampai sekarang belum ada bukti indikasi yang kuat untuk  mendukung tuduhan tersebut.

Ia juga menyesalkan pernyataan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang menolak melaporkan dugaan kecurangan pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menganjurkan kubu 02 untuk melalui jalur yang telah diatur oleh konstitusi. "Ini belum digunakan sama sekali,," tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil pemilu 2019 yang akan diumumkan pada akhir Mei 2019. Prabowo merasa telah terjadi kecurangan masif dan terstruktur selama penyelenggaran Pemilu 2019 berlangsung.

Ia mengklaim BPN Prabowo–Sandi telah mengumpulkan bukti-bukti kecurangan tersebut. "Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran ini," kata Prabowo dalam pidatonya di acara "Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Prabowo akan mengumpulkan ahli hukum untuk membuat surat wasiat. Surat tersebut diyakini berisikan arahan Prabowo kepada para pendukungnya.

"Saudara-saudara sekalian, setelah ini sore ini saya ke Kertanegara, akan saya kumpulkan ahli hukum. Saya akan buat surat wasiat saya.”

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA