Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Erick: Sekarang Allah Bukakan Satu Persatu Siapa yang Curang

Kamis 09 May 2019 16:08 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Erick Thohir di war room TKN bersama sejumlah perwakilan media asing, Selasa (30/4)..

Erick Thohir di war room TKN bersama sejumlah perwakilan media asing, Selasa (30/4)..

Foto: IST.
Erick mempertanyakan langkah segelintir elite yang berupaya mendelegitimasi pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin mengimbau seluruh elite politik dan para simpatisannya memanfaatkan bulan Ramadan untuk instrospeksi diri. TKN mempertanyakan sikap segelintir elite politik yang kerap mendeligitimasi Pemilu 2019.

"Setelah pemilu masuk Ramadan. Hari ini mari kita instrospeksi diri. DNA kami tidak mungkin memulai sesuatu yang besar dengan kecurangan. Sekarang Allah telah bukakan satu persatu soal siapa yang curang. Tapi kami memilih untuk tidak saling menyalahkan," ujar Ketua TKN Jokowi-Amin, Erick Thohir dalam keterangan resmi.

Erick mempertanyakan segelintir elite politik kubu 02 yang terus memperkeruh suasana dengan segala upaya sistematis untuk mendiskreditkan pelaksanaan pemilu, khususnya pilpres. Pola psywar yang digunakan berawal dari tudingan permasalahan form C1 sampai ke masalah penghitungan suara KPU.

"Setelah terekspose ke publik bahwa mereka tidak punya C1 dan klaim kemenangan berdasarkan data yang sumir, mereka beralih ke masalah kecurangan pemilu. Tujuannya jelas untuk membangun ketidakpercayaan publik terhadap hasil pemilu," ujar Erick.

Jubir TKN Arya Sinulingga menambahkan, kubu 02 sangat tertutup hingga merahasiakan semua data. Kondisi ini berbeda dengan TKN yang transparan membuka dapur hitungan internal.

"Mereka setiap ditanya data bilangnya rahasia. Terbalik dengan TKN yang sangat transparan. Terus ada isu aksi lagi tanggal 9 Mei. Ini pola-pola yang tidak baik dan hanya bikin masyarakat cemas saja," ujar Arya.

Arya menilai upaya delegitimasi pemilu oleh pihak 02 berada di luar jalur demokrasi. Ia menyayangkan peristiwa meninggalnya ratusan petugas KPPS pun diarahkan ke jalur politik.

"Mereka mempolitisasi meninggalnya petugas KPPS. Dengan memunculkan sosok dokter yang katanya profesional tapi ternyata simpatisan 02. Kembalilah ke jalan demokrasi yang benar," ucap Arya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA