Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Terkena Strok, Petugas PAM TPS di Bandung Barat Meninggal

Kamis 02 May 2019 08:05 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Christiyaningsih

Petugas KPPS meninggal

Petugas KPPS meninggal

Foto: republika
Petugas PAM TPS ynag sudha lansia terkena strok usai kelelahan mengawal Pemilu 2019

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG BARAT -- Endang, petugas pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) 11, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat meninggal dunia pada Selasa (30/4) malam. Almarhum mengalami kelelahan setelah bertugas saat pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) Rabu (17/4).

Baca Juga

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cisarua Dedi Junaedi mengungkapkan almarhum Endang sempat dirawat di beberapa rumah sakit. Endang sempat dirawat di Rumah Sakit Cibabat, kemudian ke Rumah Sakit Lembang, dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Akan tetapi akhirnya korban tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhir.

"Riwayat (penyakit) sebelumnya saya tidak tahu. Setelah menjadi petugas PAM TPS, ia mengalami kelelahan dan diagnosa strok," ujarnya kepada Republika, Kamis (2/5).

Satu hari setelah pencoblosan Endang yang sudah berusia 74 tahun ini mulai sakit. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Cibabat Kota Cimahi untuk dirawat. Tetapi keluarga mengambil keputusan untuk membawa pulang pasien.

"Bukan karena alasan biaya karena sudah ditanggung pihak desa. Tapi keluarga khawatir karena almarhum saat di rumah sakit tidak bisa diam. Kemungkinan tidak betah karena sampai mencabut infus. Pihak desa juga sudah mengingatkan," katanya.

Setelah dua hari dipulangkan, saat itu almarhum mendapatkan perawatan dari petugas puskesmas yang berkunjung ke rumahnya. Selasa (30/4) pagi, petugas kesehatan menyarankan agar Endang dibawa ke rumah sakit.

"Ini harus segera dirujuk ke rumah sakit, mau tidak mau dicandak ke (rumah sakit) Lembang terus dicandak ke Rumah Sakit Hasan Sadikin," ungkapnya. Dedi mengatakan Endang meninggal Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB dan dimakamkan Rabu (1/5).

Saat ini, Dedi akan mengurusi berkas-berkas untuk keperluan pemberian santunan kepada korban yang berprofesi sebagai buruh. "Sekarang saya mau mengurus berkas untuk santunan ke almarhum," katanya.

Dedi menambahkan, di wilayah Cisarua terdapat 10 orang penyelenggara pemilu yang dirawat di rumah sakit dan berobat jalan. Mereka sakit akibat mengalami kelelahan usai bertugas di Pemilu 2019.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA