Selasa, 15 Syawwal 1440 / 18 Juni 2019

Selasa, 15 Syawwal 1440 / 18 Juni 2019

Polda Jatim Tindak Ribuan Akun Medsos

Selasa 07 Mei 2019 16:29 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Media Sosial

Ilustrasi Media Sosial

Foto: pixabay
Akun medsos yang ditindak karena menyebarkan hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan, mulai Januari hingga April, pihaknya sudah melakukan penindakan terhadap 2.500 akun media sosial. Ribuan akun media sosial tersebut terpaksa ditindak lantaran menyebarkan berita bohong atau hoaks, terutama terkait pelaksanaan Pemilu 2019.

Baca Juga

"Polda Jawa Timur sudah melakukan intervensi terhadap akun-akun yang menyebarkan hoaks ini ada 2.500 akun yang sudah kita lakukan penghantar mulai dari Januari sampai April ini," kata Barung di Surabaya, Selasa (7/5).

Barung menjelaskan, hoaks yang disebarkan akun-akun media sosial tersebut di antaranya adalah delegitimasi terhadap KPU, dan ketidakpercayaan terhadap KPU. Kemudian ada juga akun media sosial yang menyerang eksistensi pemerintah dengan akun-akun palsu, yang sengaja dibuat untuk melakukan penyebaran hoaks.

"Sehingga kita bisa melokalisir penyebaran itu banyak, sehingga kita harapkan masyarakat tidak usah lagi terpengaruh kepada hoaks situasi politik. Ingat saja bahwa ada legitimasi dari instansi yang sudah diberikan wewenang oleh undang-undang yaitu KPU," ujar Barung.

Barung menegaskan, penindakan terhadap akun-akun media sosial tersebut dilakukan karena tidak ingin masyarakat terprovokasi. Dia juga mengimbau masyarakat tidak terlalu percaya dengan informasi di akun-akun media sosial. Menurutnya, jika menuntut kejelasan bisa ditanyakan kepada kepolisian, KPU, Bawaslu, TNI dan pihak terkait lainnya.

"Yang diamankan itu, Facebook ada, Twitter ada, Instagram ada. Kalau kita tahu orangnya pasti kita tangkap. Setelah kita profiling, dia menggunakan public wifi untuk membuat akun, padahal orangnya bukan itu," kata Barung.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA