Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Kubu Jokowi Apresiasi Ajakan Hentikan #2019GantiPresiden

Ahad 05 May 2019 07:30 WIB

Rep: Rizkyan adiyudha/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Jejak tagar #2019gantipresiden.

Jejak tagar #2019gantipresiden.

Foto: republika
Rumah aspirasi Jokowi-Ma'ruf apresiasi ajakan hentikan gerakan #2019GantiPresiden

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Kepala Rumah Aspirasi Jokowi-Ma'ruf, Michael Umbas angkat bicara terkait ajakan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Mardani Ali Sera soal tagar #2019GantiPresiden. Dia mengatakan, Mardani telah menunjukan sikap yang konstruktif.

Baca Juga

"Sikap ini membuktikan bahwa Mardani sadar bahwa Pilpres 2019 sudah selesai," kata Michael Umbas dalam keterangan resmi di Jakarta, Ahad (5/5).

Menurut Umbas, kemenangan Jokowi-Ma'ruf semakin nyata. Dia mengatakan, selain hasil hitung cepat, data Situng KPU juga sudah mencapai 65,3 persen.

Perolehan suara Jokowi-Ma'ruf berdasarkan hitung manual sebesar 56,11 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 43,89 persen. Umbas mengatakan, angka itu memiliki selisih yang tidak mungkin lagi dikejar kubu oposisi.

Umbas mengatakan, ajakan Mardani untuk menghentikan tagar itu menjadi sebuah penghargaan bagi proses demokrasi yang sudah dilalui. Semestinya, Umbas melanjutkan, rekan-rekan Mardani di kubu Prabowo-Sandi mengikuti langkah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

"Mari kita kembali membangun bangsa. Ayo bersama arusutamakan persatuan sebagai spirit menuju Indonesia maju," katanya.

Sebelumnya, Mardani Ali Sera menyatakan, gerakan #2019GantiPresiden itu sudah selesai. Marsani yang juga penggagas Gerakan itu berpendapat, masa kampanye telah rampung dan harus segera dilanjutkan dengan proses rekonsiliasi.

Mardani yang mengaku, sejak 13 April 2019, ia sudah tak lagi meneriakkan #2019GantiPresiden. Pasalnya, masa kampanye telah usai. Bahkan saat ini, menurut Mardani, kompetisi sudah usai.

"Kita kembali normal. Ganti presiden sudah tutup buku. Saya tidak mau menyanyikan lagi tidak mau hashtag lagi. Karena itu pada masa kampanye," kata Mardani.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA