Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Soal Merapat ke Kubu 01, Demokrat: Tergantung Jokowi

Sabtu 04 May 2019 13:13 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Demokrat selama ini tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai oposisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Isu merapatnya Partai Demokrat ke kubu 01 kian menguat. Partai Demokrat bahkan mengindikasikan bakal merapat ke kubu pejawat bila sudah mendapat sinyal dari Capres Joko Widodo (Jokowi).

"Nah bicara sinyal, ini kan tergantung Pak Jokowi. Apakah Pak Jokowi akan ajak Partai Demokrat atau tidak itu kan menjadi hak beliau," ujar Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (4/5).

Ferdinand mengatakan, Demokrat selama ini tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai oposisi. Ia menyebut partainya adalah penyeimbang, atau partai tengah. Artinya, bila ada kebijakan yang baik menurut partai, maka akan didukung sekalipun di luar pemerintahan.

"Dan kalau ada kebijakan yang tidak prorakyat tentu Partai Demokrat akan menentang," kata Ferdinand.

Ferdinand pun menegaskan, bahwa Demokrat tak boleh bermusuhan dengan lawan politik. Jika ada perbedaan pilihan, maka itu hanya dalan rangka demokrasi. Namun, kalau sudah bicara negara, maka menurut Ferdinand semua partai harus mampu berdiri bersama, bergandengan tangan membangun bangsa.

Isu merapatnya Demokrat ke kubu pejawat makin menguat setelah pertemuan Jokowi dengan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menemui Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (2/5) sore.

Baca Juga

Ini adalah kehadiran AHY kedua di Istana setelah Maret tahun 2018 lalu. AHY-Jokowi menggelar pertemuan tertutup selama kurang lebih 20 menit.

Setelah menemui Presiden, AHY mengaku kedatangannya untuk memenuhi undangan Jokowi. Selain itu, AHY membawa amanah dari sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyampaikan salam kepada Jokowi.

"Saya menyampaikan salam hormat dari Pak SBY dan Bu Ani. Karena, tadi pagi saya sempat berkomunikasi yang intinya adalah sampaikan salam hormat kepada Bapak Presiden," kata AHY di Istana Merdeka, Kamis (2/5) sore.

Selain menyampaikan salam dari Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, AHY juga mengaku kedatangannya untuk menegaskan posisi Demokrat yang ingin bersama-sama melihat bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Yaitu, dengan terus ikut menyumbangkan pemikiran dan gagasan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA