Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

BPN: Real Count Kami di Lokasi yang Aman

Kamis 25 Apr 2019 15:11 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Teguh Firmansyah

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Ahad (17/3).

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Ahad (17/3).

Foto: Ronggo Astungkoro/Republika
BPN menyebut form C1 dari berbagai daerah terus berdatangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi tudingan banyak pihak yang menyatakan bahwa real count internal BPN sebenarnya tak ada. Ini lantaran,  karena tak jelasnya lokasi pusat pengumpulan datan.

Baca Juga

Namun BPN memastikan data real count berada di lokasi yang aman. "(Data real count internal) Tentu kami tempatkan di lokasi yang aman dan tidak gampang diakses pihak yang tidak berkepentingan," ujar juru bicara BPN, Andre Rosiade saat dikonfirmasi, Kamis (25/4).

Ia pun enggan memberitahu lokasi pasti pusat pengumpulan data real count internal BPN. Namun, ia memastikan form C1 terus berdatangan dari berbagai wilayah, untuk segera direkapitulasi. "Dari seluruh wilayah Indonesia terus berdatangan dikirim oleh DPD Gerindra se-Indonesia dan relawan-relawan pendukung Pak Prabowo,” ujar Andre.

Sementara itu, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Usman Kansong, meragukan keaslian data real count BPN. Ia ragu kubu 02 tidak melakukan real count itu.

"Kalau benar terjadi (real count) dan ada, ya buka saja. Kalau tidak mau membuka, kita khawatir ternyata memang tidak ada," ujar Usman.

Ia pun membandingan sikap BPN yang berbanding terbalik dengan TKN. Usman menjelaskan, pihaknya transparan terkait data real count yang dilansir oleh TKN.

Bahkan, TKN memiliki war room atau pusat penghitungan suara yang dibentuk oleh pihaknya. War room tersebut terletak di lantai dasar Hotel Gran Melia, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Buktinya, kami melakukan secara terbuka, KPU secara terbuka. Bahkan lembaga-lembaga yang melakukan quick count sudah membuka bagaimana metode mereka," ujar Usman.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA