Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

KPU: Pembakaran Logistik di Papua tak Terkait KKB

Kamis 25 Apr 2019 13:46 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ratna Puspita

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
KPU menyatakan pembakaran logistik pemilu itu lantaran kelebihan surat suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menegaskan pembakaran logistik pemilihan umum (pemilu) di Distrik Tinggi Nambut, Jayapura, Papua, tidak terkait dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). KPU menyatakan pembakaran logistik pemilu itu lantaran kelebihan surat suara.

“Tidak, tidak (berkaitan dengan kelompok kriminal),” kata Komisioner KPU Ilham Saputra, Kamis (25/4).

Baca Juga

Ilham menjelaskan, video yang viral di media sosial juga merekam suasana saat pembakaran logistik. Ia mengatakan suasana pembakaran tidak dipenuhi keributan. 

"Kalau Anda lihat, suasananya di video itu kan bukan suasana riuh, bukan suasana brutal, tetapi suasana yang kemudian (ada) anak kecil sedang main di bekas pembakaran tersebut," kata dia.

Ilham mengatakan, ketua PPK dan PPD Tinggi Nambut juga telah mengklarifikasi bahwa pemilu di distriknya telah berlangsung dengan aman dan lancar. Surat suara dan hasil perhitungan suara serta dokumen lainnya juga telah sampai dengan aman di kantor kabupaten.

"Pemungutan dan perhitungan suaranya, rekap fomulir c1 sudah dipunyai oleh masing PPK panwascam. Jadi, ada kelebihan surat suara yang harus dimusnahkan, betul dimusnahkan oleh panwascam dan disaksikan oleh tiap keamanan," kata dia.

Mengenai pembuat video serta penyebar video yang dapat terancam pidana, Ilham mengatakan, hal tersebut menjadi kewenangan kepolisian. Ia menyerahkan kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA